Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Video Edukasi tentang IUD Pascasalin terhadap Pengetahuan dan Minat Ibu Hamil TM III di Puskesmas Tempuran Dewi Upiani; Shandy Wigya Mahanani; Indah Purnamasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.743

Abstract

Latar Belakang: Di Provinsi Jawa Tengah, partisipasi dalam program KB Aktif meningkat menjadi 79,60% pada tahun 2023. Dari total tersebut, 56,28% menggunakan KB suntik, sedangkan 9,36% menggunakan AKDR. Untuk melahirkan peserta KB, angkanya mencapai 56,6%. Mengingat hal tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian tentang video edukasi IUD pascasalin setelah mempelajari pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Tujuan: Untuk memahami dampak video edukasi IUD pascasalin terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Tempuran, Kabupaten Magelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest nonrandomisasi. Populasi adalah ibu hamil trimester III. Berdasarkan hasil percobaan rumus Slovin, sebanyak 58 orang dimasukkan dalam sampel: 29 untuk kelompok eksperimen dan 29 untuk kelompok kontrol. Uji T digunakan sebagai uji statistik. Hasil: Pada kelompok video, perbedaan rata-rata pengetahuan adalah 1,0889 dan minat adalah 0,1379, sedangkan pada kelompok brosur, perbedaan rata-rata pengetahuan adalah 1,0345 dan minat adalah 0,1724. Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05) untuk variabel pengetahuan, yang menu njukkan adanya pengaruh video terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga. Sementara itu, nilai p sebesar 0,945 (> 0,05) untuk variabel minat menunjukkan tidak adanya pengaruh video terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga. Kesimpulan: Terdapat pengaruh video edukasi tentang IUD pascapersalinan terhadap pengetahuan ibu hamil pada trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Tidak ada pengaruh video edukasi tentang IUD pascapersalinan terhadap minat ibu hamil pada trimester ketiga di Puskesmas Tempuran. Keterlibatan dan dukungan keluarga dalam proses perawatan prenatal diharapkan.
Edu-Support: Pemberdayaan Ibu Hamil Trimester III Dan Pasangan Melalui Edukasi Dan Simulasi Menyusui Untuk Meningkatkan Self-Efficacy Dalam Pemberian ASI Eksklusif: Edu-Support: Empowering Third-Trimester Pregnant Women and Their Partners Through Breastfeeding Education and Simulations to Increase Self-Efficacy in Exclusive Breastfeeding Desi Yuli Astuti; Bima Suryantara; Shandy Wigya Mahanani
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1747

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat penting untuk mendukung kesehatan dan perkembangan bayi, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh breastfeeding self-efficacy ibu dan dukungan dari pasangan. Banyak ibu hamil trimester III dan pasangan yang belum memahami secara optimal mengenai teknik menyusui yang benar serta peran dukungan emosional dan praktis dari suami. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) EDU-SUPPORT (Education and Support for Breastfeeding) bertujuan untuk memberdayakan ibu hamil trimester III dan pasangannya melalui edukasi dan simulasi menyusui guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta breastfeeding self-efficacy. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan praktik langsung/simulasi yang diikuti oleh 25 ibu hamil trimester III beserta pasangan di wilayah binaan. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test, sedangkan keterampilan menyusui dievaluasi melalui observasi redemonstrasi. Terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta secara signifikan dari 62,4 pada pre-test menjadi 87,6 pada post-test (meningkat sebesar 25,2 poin). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20% (5 orang) menjadi 88% (22 orang). Hasil observasi keterampilan menunjukkan 22 peserta (88%) mampu mempraktikkan teknik menyusui dengan benar dan 3 peserta (12%) masih memerlukan pendampingan. Edukasi dan simulasi juga berhasil meningkatkan breastfeeding self-efficacy ibu dan pemahaman peran pasangan. Program EDU-SUPPORT efektif sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan praktis, dan breastfeeding self-efficacy ibu serta memperkuat keterlibatan pasangan dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.