Jessica Naurah Ibrahim
Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Asuhan Keperawatan Dengan Fokus Intervensi Latihan Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia CAP Ditandai Dengan TB Paru Di Paviliun Darmawan 5 RSPAD Gatot Soebroto Jessica Naurah Ibrahim; Ratna Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1007

Abstract

Pneumonia Community-Acquired Pneumonia (CAP) yang disertai Tuberkulosis (TB) Paru merupakan kondisi infeksi saluran pernapasan yang dapat semakin kompleks apabila disertai komorbiditas Chronic Kidney Disease (CKD) Stadium V yang menjalani hemodialisis, karena penurunan sistem imun, retensi cairan, dan penumpukan sekret yang memperberat gangguan bersihan jalan napas. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan dengan fokus intervensi latihan batuk efektif pada pasien Pneumonia CAP ditandai dengan TB Paru di Paviliun Darmawan 5 RSPAD Gatot Soebroto. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada satu pasien lanjut usia selama tiga hari perawatan, dengan latihan batuk efektif sebagai intervensi nonfarmakologis utama untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil studi menunjukkan peningkatan skor bersihan jalan napas dari 1 menjadi 3 dalam tiga hari, ditandai dengan berkurangnya sesak napas dan bunyi napas tambahan, peningkatan kemampuan pasien mengeluarkan sekret secara mandiri, frekuensi napas yang stabil pada 20 kali per menit, serta saturasi oksigen yang dipertahankan pada 99%. Pasien juga mampu mendemonstrasikan kembali teknik batuk efektif secara mandiri. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan batuk efektif merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam memperbaiki bersihan jalan napas pada pasien pneumonia dengan komorbiditas kompleks,sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan standar pada pasien dengan kondisi serupa.