Zakiyatul
Universitas Widya Husada Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Promosi Koping terhadap Penurunan Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru Zakiyatul; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/fx5qxd80

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup panjang serta penggunaan obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping. Kondisi ini sering kali menyebabkan timbulnya stres pada pasien. Selain itu, tekanan psikologis yang dirasakan akibat depresi dan stigma sosial dari lingkungan sekitar dapat memperburuk kondisi mental pasien dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Slawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan metode ex post facto. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang menjalani pengobatan TB di poli penyakit dalam serta pelaksanaan penelitian selama dua bulan. Alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat stres adalah Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi promosi koping, sebagian besar responden mengalami tingkat stres sangat berat (60%). Namun, setelah intervensi diberikan, sebanyak 93,3% responden menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien TB paru. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi koping dapat menjadi strategi intervensi efektif untuk mengelola stres pada pasien TB. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman emosional pasien, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi fenomenologi, guna menggali makna koping dan stres dari perspektif pasien itu sendiri.