Tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan di masyarakat yang memiliki angka kejadian tinggi di Indonesia. Kondisi ini termasuk dalam kelompok penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap peningkatan angka kesakitan dan kematian, terutama akibat komplikasi pada sistem kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi tidak hanya berfokus pada penggunaan terapi farmakologis, tetapi juga dapat didukung melalui berbagai pendekatan nonfarmakologis, salah satunya teknik relaksasi genggam jari yang dipadukan dengan latihan pernapasan dalam. Studi kasus ini bertujuan mengimplementasikan kombinasi terapi genggam jari dan pernapasan dalam sebagai intervensi keperawatan untuk membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di IGD RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Partisipan terdiri atas lima pasien dengan hipertensi derajat I yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi, meliputi rentang usia 36–55 tahun, tidak dalam kondisi hamil, serta tidak sedang mengonsumsi obat anti hipertensi. Intervensi diberikan sebanyak satu sesi selama 30 menit dengan melakukan teknik genggam jari secara bergantian pada setiap jari selama 2–5 menit yang disertai latihan pernapasan dalam secara perlahan dan terkontrol. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan alat pengukur tekanan darah digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada seluruh responden. Rerata tekanan darah sistolik mengalami penurunan dari 147 mmHg menjadi 138 mmHg, sedangkan rerata tekanan darah diastolik menurun dari 92 mmHg menjadi 87 mmHg. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kombinasi kedua teknik relaksasi ini berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang aman, sederhana, serta mudah diaplikasikan dalam mendukung pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.