Literasi budaya dan kewargaan merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar untuk memperkuat identitas budaya dan karakter kebangsaan. Namun, pemanfaatan permainan tradisional sebagai sumber pembelajaran masih terbatas dan kurang terintegrasi secara optimal dengan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendigitalisasi permainan tradisional melalui website edukatif berbasis CRT guna mendukung penguatan literasi budaya dan kewargaan di SD Negeri 08 Desa Rindu Hati, Bengkulu Tengah. Metode kegiatan menggunakan model APTE. Peserta kegiatan terdiri atas guru-guru sekolah dasar yang memperoleh pendampingan dalam mengidentifikasi permainan tradisional lokal, mengintegrasikan nilai budaya dan kewargaan ke dalam pembelajaran, serta mengelola website edukatif sebagai media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan materi pembelajaran berbasis budaya lokal. Guru mampu menghasilkan dan mengunggah konten permainan tradisional yang mengandung nilai-nilai budaya, kerja sama, tanggung jawab, dan kebangsaan pada website edukatif yang dikembangkan. Kegiatan ini juga memperoleh respons positif dari peserta karena membantu pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Dengan demikian, pendampingan digitalisasi permainan tradisional berbasis CRT melalui website edukatif efektif dalam meningkatkan kapasitas guru serta mendukung penguatan literasi budaya dan kewargaan di sekolah dasar.