Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Petani Cengkeh melalui Pendekatan Partisipatif dalam Identifikasi dan Pengendalian Hama Penggerek Batang di Desa Gunung Wangi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Umar Dani; Aceng Jarkasih; Terry Sugihardi; Amiruddin Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18832

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting sebagai sumber pendapatan petani. Namun, produktivitas tanaman cengkeh sering terkendala oleh serangan hama penggerek batang yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan tanaman, penurunan pertumbuhan, hingga kematian tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan serangan hama penggerek batang serta menganalisis kebutuhan petani sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Pasir Limus, Desa Gunungwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode Participatory Extension Approach yang melibatkan petani secara aktif dalam proses identifikasi masalah. Tahap kegiatan yang dilaksanakan meliputi observasi lapangan dan wawancara dengan petani. Hasil observasi menunjukkan adanya gejala serangan hama penggerek batang pada beberapa tanaman cengkeh yang ditandai dengan lubang gerekan, kerusakan jaringan batang, dan akumulasi serbuk kayu pada area serangan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa petani telah mengenali gejala serangan hama, namun masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai identifikasi dini, bioekologi hama, dan teknik pengendalian yang tepat. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan pengetahuan yang berpotensi memengaruhi efektivitas pengendalian hama di tingkat petani. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan lanjutan berupa penyuluhan dan pendampingan teknis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan hama penggerek batang secara efektif dan berkelanjutan.