Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pengelolaan Sampah Plastik Dalam Mendukung Green Economy Terry Sugihardi; Alysa Dwi Suci; Kesha Aprilisa Putri; Raffi Pratama Septiadi; Muhammad Rafli Fahru Rois; Rafli Nurul Arifin
Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/entrepreneur.v7i1.18005

Abstract

The problem of plastic waste has become an increasingly complex environmental issue due to the rising use of plastic, which is not balanced by effective management. Plastic waste, which is difficult to decompose, has a negative impact on the environment and threatens the sustainability of ecosystems. Therefore, a management approach is needed that not only focuses on waste reduction but is also capable of creating added value through the concept of a sustainable economy. This study aims to analyze plastic waste management models in support of green economy implementation. The method used is a qualitative approach involving literature review (library research), utilizing secondary data obtained from scientific articles in the Google Scholar and SINTA databases over the past five years. The descriptive-comparative analysis technique was used to identify patterns, trends, and innovations in plastic waste management. The results indicate that plastic waste management is evolving through the integration of technology-based innovations and community participation. The technological approach plays a role in improving processing efficiency and reducing waste volume, while the community-based approach is effective in raising awareness and fostering behavioral change. In addition, plastic waste management also contributes to promoting the implementation of a circular economy as part of the principles of a green economy. The theoretical implications of this study confirm that innovations in plastic waste management play a crucial role in supporting sustainable development through resource optimization and the reduction of environmental impacts.
Pemberdayaan Petani Cengkeh melalui Pendekatan Partisipatif dalam Identifikasi dan Pengendalian Hama Penggerek Batang di Desa Gunung Wangi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Umar Dani; Aceng Jarkasih; Terry Sugihardi; Amiruddin Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18832

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum L.) merupakan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi yang berperan penting sebagai sumber pendapatan petani. Namun, produktivitas tanaman cengkeh sering terkendala oleh serangan hama penggerek batang yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan tanaman, penurunan pertumbuhan, hingga kematian tanaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan serangan hama penggerek batang serta menganalisis kebutuhan petani sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Tani Pasir Limus, Desa Gunungwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, dengan menggunakan metode Participatory Extension Approach yang melibatkan petani secara aktif dalam proses identifikasi masalah. Tahap kegiatan yang dilaksanakan meliputi observasi lapangan dan wawancara dengan petani. Hasil observasi menunjukkan adanya gejala serangan hama penggerek batang pada beberapa tanaman cengkeh yang ditandai dengan lubang gerekan, kerusakan jaringan batang, dan akumulasi serbuk kayu pada area serangan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa petani telah mengenali gejala serangan hama, namun masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai identifikasi dini, bioekologi hama, dan teknik pengendalian yang tepat. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan pengetahuan yang berpotensi memengaruhi efektivitas pengendalian hama di tingkat petani. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan lanjutan berupa penyuluhan dan pendampingan teknis untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan hama penggerek batang secara efektif dan berkelanjutan.