Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Strategi Pemberdayaan UMKM Berbasis BUMDes melalui Focus Group Discussion dan Diseminasi Hasil Pengabdian untuk Mendukung Pembangunan Desa Berkelanjutan Menuju Pencapaian SDGs di Kabupaten Majene Syahrinullah Syahrinullah; Bulkis; St. Maria Ulfah; Fajar Rakasiwi Syamsuddin; Saddam Husain Tamrin; Devi Ayuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19152

Abstract

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan pengabdian ini bertujuan merumuskan strategi pemberdayaan UMKM melalui forum Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil pendampingan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, APDESI, serta perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui identifikasi permasalahan, diskusi terarah, penyusunan rekomendasi, dan dialog kebijakan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya kesepahaman antar pemangku kepentingan mengenai penguatan kapasitas UMKM, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pemasaran, digitalisasi usaha, penguatan tata kelola BUMDes, serta pengembangan kemitraan lintas sektor. Selain menghasilkan rekomendasi strategis, kegiatan ini juga memperkuat komitmen kolaborasi antara Universitas Terbuka Majene dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi desa yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Model kolaborasi ini berpotensi direplikasi pada desa lain sebagai bagian dari implementasi pembangunan berbasis SDGs.
PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN RAKYAT MELALUI SINERGI BUMDES SOPI SEJAHTERA UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI DESA PALIPI SOREANG Syahrinullah Syahrinullah; Bulkis; St. Maria Ulfah; Fajar Rakasiwi Syamsuddin; Saddam Husain Tamrin; Devi Ayuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.18813

Abstract

Pengembangan usaha peternakan rakyat merupakan salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi desa. Desa Palipi Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene memiliki potensi peternakan kambing yang cukup besar, namun pengelolaannya masih bersifat tradisional, skala usaha relatif kecil, dan belum didukung oleh kelembagaan ekonomi desa yang optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional EQUITY Pendanaan LPDP Tahun 2026 ini bertujuan mengembangkan usaha peternakan rakyat melalui sinergi antara kelompok peternak, BUMDes Sopi Sejahtera, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD), workshop pengembangan pakan ternak berbasis sumber daya lokal, pelatihan manajemen usaha ternak, serta pendampingan penguatan kelembagaan BUMDes. Hasil kegiatan menunjukkan tiga capaian utama, yaitu terbentuknya model sinergi antara peternak, pemerintah desa, dan BUMDes dalam pengembangan usaha peternakan kambing; meningkatnya kapasitas dan keterampilan peternak dalam penerapan teknologi pakan fermentasi dan manajemen usaha ternak; serta menguatnya peran BUMDes Sopi Sejahtera sebagai fasilitator pengembangan usaha dan pemasaran hasil peternakan. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan usaha ternak secara profesional dan kolaboratif. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis potensi lokal, program ini berhasil memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa dalam mendukung pengembangan usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada desa lain yang memiliki karakteristik dan potensi serupa sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.