Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Simulation Based Learning (SBL) Terhadap Kemampuan Pertolongan Pertama Resiko Trauma Tulang Belakang Pada Pemanen Durian Di Rembangaan Muhammad Irfan Zainuri; Mohammad Ali Hamid; Ginanjar Sasmito Adi
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Risiko jatuh dari ketinggian pada pemanen durian dapat menyebabkan trauma tulang belakang yang berpotensi menimbulkan kecacatan permanen hingga kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Rendahnya kemampuan masyarakat awam dalam melakukan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Simulation-Based Learning (SBL) terhadap kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode: Metode penelitian menggunakan desain pre-experimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemanen durian aktif di wilayah Rembangan sebanyak 40 orang. Sampel penelitian berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang). Hasil: Penelitian ini menunjukkan kemampuan responden setelah diberikan pelatihan menggunakan metode Simulation-Based Learning (SBL). Nilai rata-rata kemampuan meningkat dari 18,98 pada pre-test menjadi 96,17 pada post-test, sedangkan nilai median meningkat dari 19,44 menjadi 97,22. Analisis: uji Wilcoxon Signed Rank Test yang menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05) dengan effect size sebesar r = 0,87 yang menunjukkan pengaruh besar. Diskusi: Penelitian ini menunjukkan bahwa metode Simulation-Based Learning (SBL) efektif dalam meningkatkan kemampuan pertolongan pertama risiko trauma tulang belakang pada pemanen durian di Rembangan. Metode pembelajaran berbasis simulasi memungkinkan responden memperoleh pengalaman langsung, praktik aktif, dan proses debriefing sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama secara tepat. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan pelatihan berbasis simulasi sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat pada kelompok pekerj aan berisiko tinggi.