Khoirul Huda
Universitas Darul Ulum Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perspektif Ahmad Musthofa Al Maraghi tentang Inklusi Sosial Kaum Marginal: (Analisis Tematik dalam Kitab Tafsir Al Maraghi) Samani Samani; Khoirul Huda; Maria Ulfah
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v11i1.11115

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe Al-Maraghi's interpretation of social inclusion and its implementation in the development of an inclusive Indonesian society. This study is qualitative, drawing on the text of Tafsir Al-Maraghi in relation to the concept of social inclusion. Data collection techniques were based on relevant literature, specifically Al-Maraghi's Tafsir from predetermined sources, and using theme analysis. The results of the study revealed several verses of the Quran related to social inclusion issues, including: Surah Al-Nisa' 4:58; Surah Al-Ma'un 107:1-3; Surah Al-Hujurat 49:13; Surah Al-Taubah 9:60; Surah Al-'Alaq 96:1-5; and Surah Al-Kafirun 109:6. In the several verses above, the application of the value of social inclusion in the development of society in Indonesia, with the importance of social justice, equality, attention to marginalized groups, according to Al-Maraghi's view in his interpretation, makes a significant contribution, and can be used as study material for policy makers, social activists and the wider community to move towards more inclusive and fair thinking in realizing a peaceful life for Muslims in the present and future. Keywords: Social Integration, Marginalized, Maraghi
Pemaknaan Santri Terhadap Pembiasaan Bahasa Inggris dalam Majelis Alqur'an: (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang) Ahmad Fathurrobbani; Khoirul Huda; Muhammad Aufa Najah
Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Darul 'Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/sumbula.v11i1.11110

Abstract

ABSTRACT This study examines the interpretations of students' understanding of the practice of English language familiarization in the Al-Qur'an Assembly activities at the Hamalatul Qur'an Islamic Boarding School (PPHQ) in Jombang. This research uses a qualitative case study approach from a Living Qur'an perspective. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the majority of students interpret the English language familiarization in the Al-Qur'an Assembly as a modern da'wah strategy that opens up opportunities for Islamic communication in the international sphere. This is in line with Surah Ar-Rum (30):22) concerning linguistic diversity as a sign of God's power, and is emphasized in Surah Ibrahim (14:4), Surah Az-Zukhruf (43:3), and Surah Fussilat (41:44) concerning the urgency of linguistic clarity in conveying revelation. Thus, the use of English in PPHQ is understood as an adaptive manifestation of Qur'anic values, uniting sacred traditions with the demands of the times. This study recommends the involvement of the Islamic boarding school community in supporting innovation to foster harmony between tradition and modernity. Keywords: Students, English, Al-Qur'an Assembly, Living Qur'an, Islamic Boarding School.
Rekonstruksi Konsep Tawasuth dalam Wacana Moderasi Beragama: Kajian Islam Kontemporer Azizi Hadziq; Khoirul Huda
Arsy Vol. 10 No. 2 (2026): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v10i2.10202

Abstract

Meningkatnya polarisasi keagamaan dan menguatnya kecenderungan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mendorong urgensi penguatan moderasi beragama yang bertumpu pada landasan konseptual yang kokoh, bukan sekadar slogan normatif dalam dokumen kebijakan. Selama ini, kajian tentang moderasi beragama lebih banyak berfokus pada aspek implementasi, seperti pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik. Sementara eksplorasi konseptual terhadap tawasuth sebagai salah satu nilai intinya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep tawasuth dalam wacana moderasi beragama pada kajian Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan systematic literature review terhadap artikel ilmiah terindeks yang terbit hingga tahun 2026, dihimpun melalui Google Scholar dan berbagai portal jurnal dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawasuth memiliki tiga dimensi yang saling terkait, yaitu teologis, sosial, dan epistemologis. Secara teologis, tawasuth berakar pada konsep wasathiyyah yang menekankan keseimbangan dan keadilan sebagaimana termaktub dalam gagasan ummatan wasathan. Secara sosial, tawasuth berfungsi sebagai pedoman dalam mengelola keberagaman melalui nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Secara epistemologis, tawasuth berkembang sebagai paradigma pemikiran yang menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial modern secara proporsional dan kontekstual. Temuan ini memperkuat posisi tawasuth sebagai kerangka konseptual penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan dan penguatan narasi moderasi beragama di Indonesia.