This Author published in this journals
All Journal Arsy
Azizi Hadziq
Pondok Pesantren Miftahul Huda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Konsep Tawasuth dalam Wacana Moderasi Beragama: Kajian Islam Kontemporer Azizi Hadziq; Khoirul Huda
Arsy Vol. 10 No. 2 (2026): Arsy : Jurnal Studi Islam
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/arsy.v10i2.10202

Abstract

Meningkatnya polarisasi keagamaan dan menguatnya kecenderungan ekstremisme di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, mendorong urgensi penguatan moderasi beragama yang bertumpu pada landasan konseptual yang kokoh, bukan sekadar slogan normatif dalam dokumen kebijakan. Selama ini, kajian tentang moderasi beragama lebih banyak berfokus pada aspek implementasi, seperti pendidikan, dakwah, dan kebijakan publik. Sementara eksplorasi konseptual terhadap tawasuth sebagai salah satu nilai intinya masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep tawasuth dalam wacana moderasi beragama pada kajian Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan systematic literature review terhadap artikel ilmiah terindeks yang terbit hingga tahun 2026, dihimpun melalui Google Scholar dan berbagai portal jurnal dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawasuth memiliki tiga dimensi yang saling terkait, yaitu teologis, sosial, dan epistemologis. Secara teologis, tawasuth berakar pada konsep wasathiyyah yang menekankan keseimbangan dan keadilan sebagaimana termaktub dalam gagasan ummatan wasathan. Secara sosial, tawasuth berfungsi sebagai pedoman dalam mengelola keberagaman melalui nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan. Secara epistemologis, tawasuth berkembang sebagai paradigma pemikiran yang menghubungkan ajaran agama dengan realitas sosial modern secara proporsional dan kontekstual. Temuan ini memperkuat posisi tawasuth sebagai kerangka konseptual penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan dan penguatan narasi moderasi beragama di Indonesia.