Nurdinintya Athari S
Telkom University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Platform Ekonomi Desa Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Dan Pemberdayaan UMKM Batik Widia Febriyani; Nurdinintya Athari S
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v6i3.23860

Abstract

Yogyakarta, sebuah kota di Pulau Jawa, Indonesia, terletak di bagian selatan Pulau Jawa, berbatasan dengan Samudra Hindia di sebelah selatan. Wilayah ini kaya akan potensi di berbagai sektor, seperti budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi. Namun, tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih cukup tinggi, meskipun mengalami penurunan seiring waktu. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Yogyakarta menunjukkan peningkatan yang signifikan, namun tantangan utama dihadapi oleh industri batik, salah satu kekayaan budaya khas Yogyakarta. Tantangan utama bagi industri batik meliputi peningkatan biaya produksi, kurangnya minat generasi muda, dan kurangnya dukungan regulasi. Selain itu, UMKM batik juga dihadapkan pada masalah akses pasar yang terbatas, perubahan tren pasar, dan pemalsuan produk. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi pemasaran yang inovatif dan efektif, serta dukungan dalam mengadopsi teknologi digital. Platform Ekosistem Desa (Ekodes) hadir sebagai solusi untuk memberdayakan UMKM, terutama dalam produk desa, dan mengatasi tantangan akses pasar digital. Melalui platform ini, UMKM dapat memanfaatkan fitur-fitur digital untuk mempromosikan produk mereka, mengelola bisnis secara efisien, dan mendapatkan dukungan dalam menghadapi era ekonomi yang semakin terhubung dan berkelanjutan. Dengan demikian, Ekodes menjadi contoh inovatif yang mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai-nilai keberlanjutan, mendukung pengembangan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta.