Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi saat mentruasi, hal ini disebabkan karena adanya kontraksi otot uterus sewaktu pengeluaran darah mentruasi yang dapat berlangsung antara 32-48 jam. Menurut WHO angka dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenorea. Angka dismenorea di Indonesia sebesar 64,25%, dan angka dismenorea di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu sebesar 61 kasus (25%), di SMP Negeri 11 Kota Bengkulu sebesar 52 kasus (22%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan derajat dismenorea pada remaja putri di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 11 Kota Bengkulu tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan uji chi-square dan jumlah sampel 113 remaja putri, teknik pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability Sampling diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 57 remaja putri dengan IMT tidak normal hampir seluruh (87,7%) mengalami disminorea sedang, dari 56 remaja dengan IMT normal sebagian besar (55,4%) mengalami disminorea ringan. Terdapat hubungan indeks massa tubuh (p-value=0,000), riwayat keluarga (p-value=0,006), usia menarche (p-value=0,018) dan siklus menstruasi (p-value0,002<0,05) dengan derajat dismenorea. Indeks massa tubuh yang paling berhubungan dengan derajat dismenorea. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja putri diharapkan menjaga indeks massa tubuh dengan cara mengatur pola makan, status gizi dan melakukan olahraga secara teratur agar bisa membantu menurunkan angka kejadian dismenorea.