Stroke non hemoragik merupakan penyebab utama kecacatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik, khususnya pada ekstremitas atas yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot dan fungsi genggam tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui penerapan intervensi inovasi terapi cylindrical grip dan rubber ball grip terhadap peningkatan kekuatan dan fungsi genggam tangan di Ruang Karang Asam RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan analisis praktik keperawatan pada satu pasien stroke non hemoragik yang mengalami kelemahan ekstremitas atas. Pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi serta pengukuran menggunakan instrumen Manual Muscle Testing (MMT) dan Modified Frenchay Scale (MFS). Intervensi cylindrical grip dan rubber ball grip diberikan secara terstruktur 2 kali sehari selama 3 hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi genggam tangan dan kekuatan otot setelah pemberian intervensi. Skor Modified Frenchay Scale (MFS) meningkat dari 5,2 menjadi 7,9 dengan selisih 2,7 yang berada di atas nilai minimal detectable change (MDC >0,17), serta peningkatan kekuatan otot dari nilai 3 menjadi 4 berdasarkan pengukuran MMT. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi cylindrical grip dan rubber ball grip efektif meningkatkan kekuatan dan fungsi genggam tangan pada pasien stroke non hemoragik, sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan rehabilitatif yang sederhana dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kemandirian pasien.