Wahyuni Watora
S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS VITAMIN C EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI GUMMY CANDY Letia Veronica Utami; Wahyuni Watora; Ratih Arum Astuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56894

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan mudah teroksidasi oleh oksigen di udara sehingga kestabilannya relatif rendah. Vitamin C tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia sehingga pemenuhannya harus diperoleh dari asupan makanan, terutama buah-buahan. Salah satu buah yang mengandung vitamin C adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Selain daging buahnya, kulit buah naga merah juga diketahui mengandung vitamin C sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber alternatif vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin C pada kulit buah naga merah serta pemanfaatannya dalam bentuk sediaan gummy candy. Penelitian ini menggunakan metode uji kualitatif perubahan warna dengan larutan kalium permanganat (KMnO₄) untuk mengidentifikasi adanya vitamin C. Ekstrak kulit buah naga merah diperoleh melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gummy candy dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu Formula I (5 gram), Formula II (10 gram), dan Formula III (15 gram). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, uji keseragaman bobot, serta uji stabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga formula memberikan hasil positif mengandung vitamin C yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi cokelat setelah penambahan KMnO₄. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang baik, nilai pH yang sesuai, serta keseragaman bobot yang memenuhi standar mutu sediaan. Ekstrak kulit buah naga merah hasil maserasi dengan etanol 70% terbukti mengandung vitamin C berdasarkan uji kualitatif menggunakan KMnO₄. Namun, berdasarkan evaluasi standar mutu, sediaan gummy candy yang dihasilkan belum sepenuhnya memenuhi parameter mutu yang dipersyaratkan karena menunjukkan ketidakstabilan selama penyimpanan.
EVALUASI FISIK DAN EFEKTIVITAS KELEMBAPAN ESSENCE SERUM BERBASIS EKSTRAK KULIT BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL.) Tabita Hawila Pasaribu; Ratih Arum Astuti; Wahyuni Watora
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56937

Abstract

Kelembapan kulit berperan penting dalam menjaga fungsi barier dan kesehatan kulit. Ekstrak kulit alpukat (Persea americana Mill.) mengandung flavonoid dan asam lemak yang berpotensi sebagai agen pelembap alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak kulit alpukat terhadap kelembapan kulit dan karakteristik fisik sediaan essence serum. Sediaan diformulasikan menjadi tiga formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (2%), dan F2 (4%). Pengujian meliputi uji kelembapan kulit menggunakan skin analyzer, uji viskositas, serta uji stabilitas fisik dengan metode cycling test. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut Post Hoc Tukey. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai kelembapan kulit antar formulasi pada menit ke-30 (p = 0,002), menit ke-60 (p = 0,003), dan menit ke-120 (p = 0,000), dengan formula F2 memberikan nilai kelembapan tertinggi. Uji viskositas menunjukkan perbedaan signifikan antar formulasi (p = 0,004), namun seluruh sediaan memenuhi persyaratan viskositas. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit alpukat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kelembapan kulit dan stabilitas sediaan essence serum.