Tilaili Ibrahim
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

- IMPLEMENTASI JAMBAN SEHAT SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF COMMUNITY-ORIENTED PRIMARY CARE : STUDI KASUS SANITASI DI SD NEGERI 21 BANDA ACEH Zahratul Aini; Tasmiadi Tasmiadi; Putri Kartika Listya; Tilaili Ibrahim; Regita Ayu Kumuda Wardani; Hijra Novia Suadi; Vera Dewi Mulia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57223

Abstract

Sanitasi sekolah merupakan salah satu komponen penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan anak sekolah. Studi ini menggambarkan kondisi jamban di SD Negeri 21 Banda Aceh melalui pendekatan community case study berbasis Community-Oriented Primary Care (COPC). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, inspeksi sanitasi, serta analisis dokumen terkait aspek infrastruktur, ketersediaan air bersih, pengelolaan limbah, perilaku higiene, dan sistem pemeliharaan. Hasil observasi menunjukkan bahwa SD Negeri 21 Banda Aceh memiliki populasi 205 siswa dengan fasilitas 4 unit kamar mandi yang telah terbagi berdasarkan gender. Secara kuantitatif, ketersediaan ini menunjukkan upaya pemenuhan rasio fasilitas yang memadai, namun masih ditemukan permasalahan pada aspek kebersihan, sistem drainase, serta pemeliharaan fasilitas yang belum optimal. Faktor perilaku pengguna dan manajemen sekolah menjadi determinan penting dalam keberfungsian fasilitas sanitasi. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan sanitasi sekolah tidak dapat dicapai hanya melalui pembangunan fasilitas statis, melainkan memerlukan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan perbaikan infrastruktur, perubahan perilaku, serta penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor guna mencapai sanitasi sekolah yang berkelanjutan.Tanpa penguatan pada aspek tata kelola dan edukasi berkelanjutan, risiko penyakit infeksi dan hambatan psikososial akan tetap menjadi ancaman bagi produktivitas serta kualitas capaian akademik siswa di masa depan.