Stroke merupakan manifestasi klinis yang muncul akibat diskontinuitas fungsi otak secara mendadak yang dipicu oleh hambatan sirkulasi darah serebral. Stroke nonhemoragik merupakan salah satu penyebab utama kecacatan yang sering disertai komplikasi imobilisasi, salah satunya adalah dekubitus. Pasien stroke nonhemoragik memiliki risiko tinggi mengalami dekubitus akibat keterbatasan mobilisasi, penurunan sensori, dan tirah baring yang berkepanjangan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik dengan fokus pada upaya pencegahan dekubitus melalui intervensi masase neuroperfusi dan alih baring. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa masase neuroperfusi dan alih baring mampu meningkatkan perfusi jaringan serta mengurangi tekanan berkepanjangan pada area tulang yang menonjol, sehingga menurunkan risiko terjadinya dekubitus. Namun, berdasarkan kajian literatur lima tahun terakhir, pencegahan dekubitus akan lebih optimal apabila didukung oleh pendekatan multimodal, seperti penggunaan support surface, latihan Range of Motion (ROM), perawatan kulit terapeutik, optimalisasi nutrisi, serta edukasi keluarga dan caregiver. Kesimpulan dari karya ilmiah ini adalah bahwa intervensi masase neuroperfusi dan alih baring efektif sebagai upaya pencegahan dekubitus, namun perlu dikombinasikan dengan intervensi lain berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien stroke nonhemoragik.