Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak dan berpotensi menimbulkan komplikasi seperti dehidrasi, gangguan elektrolit, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Tingginya angka kejadian diare di negara berkembang menunjukkan pentingnya pengelolaan terapi yang optimal. Ketidaktepatan dalam pengobatan dapat memicu terjadinya Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada efektivitas, keamanan, dan keberhasilan terapi. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis DRPs serta intervensi yang direkomendasikan dalam pengobatan diare guna mendukung penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dengan melakukan pencarian artikel melalui database PubMed dan Google Scholar. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi permasalahan terkait penggunaan obat pada pasien diare. Jenis DRPs yang paling sering ditemukan meliputi indikasi tanpa terapi (7–45%), ketidaktepatan dosis baik underdose (8–27%) maupun overdose (7–35%), terapi tanpa indikasi (10–85%), serta interaksi obat (12–56%). Selain itu, juga ditemukan ketidaktepatan pemilihan obat dan frekuensi dosis yang tidak sesuai. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh kurang tepatnya evaluasi klinis, ketidaksesuaian dengan pedoman terapi, serta kurang optimalnya pemantauan terapi. DRPs pada pengobatan diare masih sering terjadi dan berdampak pada penurunan efektivitas terapi, peningkatan risiko efek samping, serta memperpanjang durasi penyembuhan pasien. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa medication review, penyesuaian dosis berbasis berat badan, pemantauan interaksi obat, serta edukasi tenaga kesehatan. Optimalisasi peran apoteker sangat penting dalam meminimalkan DRPs dan meningkatkan outcome pasien.