Adzkia Fitri
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS DAN ATC/DDD PADA PASIEN PEDIATRI PNEUMONIA DI PUSKESMAS TLOGOSARI KULON SEMARANG TAHUN 2025 Adzkia Fitri; Hasriyani Hasriyani; Intan Adevia Rosnarita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57749

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita dengan indikasi batuk dan pilek yang disertai napas cepat, namun penyakit ini juga dapat menyerang orang dewasa dan lansia. Berdasarkan profil kesehatan Semarang, pada tahun 2024 terdapat 1.542 pasien pneumonia pada balita. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yaitu sebanyak 2.715 kasus dan tahun 2022 sebanyak 4.203 kasus. Kasus pneumonia balita di Kota Semarang tahun 2024 terdiri dari 42% perempuan dan 58% laki-laki. Terapi yang paling sering diberikan adalah antibiotik. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sekitar 40% hingga 62% penggunaan antibiotik tidak tepat, misalnya pemberian antibiotik pada penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan terapi antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens dan ATC/DDD pada pasien pneumonia anak di Puskesmas Tlogosari Kulon Semarang tahun 2025 dilakukan terhadap 92 pasien. Gambaran karakteristik pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki dengan persentase 51,09%, dan kelompok usia terbanyak adalah balita usia 12–59 bulan dengan persentase 81,52%. Profil penggunaan antibiotik terbanyak adalah Amoksisilin dengan persentase 100%. Hasil evaluasi dengan metode Gyssens menunjukkan dari 92 responden tersebut semua data tidak lengkap sehingga masuk dalam kategori VI (100%). Hasil evaluasi dengan metode ATC/DDD menunjukkan nilai DDD sebesar 108,67. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,216, di mana nilai p > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil evaluasi metode Gyssens dan metode ATC/DDD.