Fatigue merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup, keterbatasan aktivitas, serta gangguan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi fatigue adalah aromaterapi lavender karena memiliki efek relaksasi yang dapat memberikan rasa nyaman dan menurunkan ketegangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat fatigue. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat fatigue pada kelompok intervensi sebelum pemberian aromaterapi lavender sebesar 49,67±7,807 dan setelah intervensi menurun menjadi 34,13±6,490. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,958; p = 0,003). Pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan dari 50,68±2,875 menjadi 47,87±3,091 (p < 0,001), namun penurunannya lebih kecil. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (Z = -2,770; p = 0,006). Disimpulkan bahwa aromaterapi lavender berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer dalam praktik keperawatan.