Twidy Tarcisia
Universitas Tarumanagara, Fakultas Kedokteran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEKANISME SELULER PENYEMBUHAN LUKA Twidy Tarcisia; Luluk Hermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57808

Abstract

Kulit merupakan organ terluas dan terluar tubuh yang terdiri dari lapisan epidermis dan dermis. Kedua lapisan ini didominasi oleh keratinosit dan matriks ekstraseluler, yang memiliki kemampuan regenerasi sel yang baik. Kulit yang mengalami perlukaan akan meregenerasi diri dengan mekanisme penyembuhan luka. Studi tinjauan pustaka ini, melalui penelusuran pustaka digital dan manual, bertujuan mengkaji mekanisme seluler yang mendasari penyembuhan luka kulit untuk memberi pemahaman yang komprehensif bagi praktisi kesehatan. Mekanisme penyembuhan luka melibatkan berbagai mekanisme seluler yang terbagi dalam 4 fase yang berjalan tumpang tindih. Fase hemostasis dimulai sejak perlukaan dan ditandai dengan vasokonstriksi, hemostasis primer dan hemostasis sekunder. Fase selanjutnya adalah fase inflamasi yang berperan dalam dekontaminasi luka. Pada fase ini didapatkan migrasi sel inflamasi ke area luka, seperti neutrofil, monosit dan makrofag. Regenerasi jaringan dimulai setelah fase inflamasi berakhir. Regenerasi jaringan dapat ditemui pada fase proliferasi. Fase proliferasi diidentifikasi dengan mekanisme fibroplasia, re-epitelisasi, angiogenesis dan regenerasi saraf perifer. Hasil regenerasi jaringan fase ini adalah jaringan granulasi. Remodeling jaringan granulasi menjadi jaringan parut yang kaya kolagen tipe 1 merupakan fase terakhir penyembuhan luka (fase remodeling). Gangguan pada fase-fase penyembuhan luka dapat menimbulkan luka kronis (penyembuhan luka tertunda). Luka kronis umumnya dikenali dengan infeksi yang persisten, ketidakmampuan sel merespon stimulus penyembuhan luka dan ketidakseimbangan interaksi sel dalam penyembuhan luka.