Nadia Nuraini Supardie
S1 Kebidanan, Fakultas Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI IBU TENTANG PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTUIL KOTA BANJARMASIN Nadia Nuraini Supardie; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri; Sukarlan Sukarlan; Didy Ariady
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57949

Abstract

Stunting ialah permasalahan gizi kronis yang terjadi karena kekurangan gizi dalam jangka panjang dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Fenomena stunting pada anak balita umur 6– 23 bulan sering kali tidak disadari sejak dini serta baru tampak setelah anak berumur lebih dari 2 tahun. Persepsi ibu terhadap penyebab stunting memiliki peranan penting dalam menentukan pola asuh, pemenuhan gizi, serta strategi pencegahan stunting terhadap anak. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui persepsi ibu tentang penyebab kejadian stunting pada anak balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mantuil Kota Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan utama yakni ibu yang mempunyai anak balita umur 6–23 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan memakai model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, pemaparan data, hingga pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dipertahankan dengan triangulasi sumber dan metode serta member check. Hasil studi memperlihatkan bahwasanya persepsi ibu mengenai penyebab kejadian stunting bergantung dari beragam faktor, mencakup keadaan sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu yang masih terbatas, praktik Riwayat pemberian ASI dan MPASI yang belum sesuai dengan kebutuhan gizi anak, kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang baik. Sebagian ibu masih memersepsikan stunting sebagai kondisi anak yang bertubuh pendek tanpa memahami dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan dan kader posyandu, guna meningkatkan pemahaman ibu dan mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.