Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Data Global Burden of Disease (GBD) tahun 2019 menunjukkan terdapat 2.276,27 juta kasus prevalensi gangguan pencernaan secara global dengan prevalensi terstandarisasi usia sebesar 27.911,70 per 100.000 penduduk serta 443,53 juta kasus baru. Tingginya angka kejadian tersebut mendorong pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan, salah satunya jambu biji (Psidium guajava L.). Tanaman ini secara empiris digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan seperti diare, gastritis, dan konstipasi karena mengandung senyawa metabolit sekunder, antara lain polifenol, flavonoid, tanin, karoten, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan tanaman jambu biji dalam pengobatan gangguan pencernaan berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar, ResearchGate, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2017–2025. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan diperoleh limah belas artikel yang memenuhi syarat. Hasil kajian menunjukkan bahwa bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, terutama untuk pengobatan diare dengan nilai Use Value (UV) berkisar antara 0,16–2,44 yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang berbeda di setiap wilayah. Selain untuk diare, daun, buah, dan batang jambu biji juga dimanfaatkan dalam pengobatan gastritis, konstipasi, dan wasir. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jambu biji memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional dalam pengobatan berbagai gangguan pencernaan.