Sri Jumiati
Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Abulyatama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN PEMBERIAN SOLANUM LYCOPERSICUM TERHADAP PENURUNAN HIPERKOLESTEROLEMIA Zamharira Zamharira; Sri Jumiati; Iskandar Iskandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58194

Abstract

Hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi merupakan suatu kondisi dimana terdapat jumlah kolesterol yang berlebihan didalam darah umumnya diatas 200 mg/dL. Penyebab utama kolesterol tinggi adalah kombinasi pola makan tidak sehat (tinggi lemak jenuh/trans), gaya hidup, obesitas, merokok, dan faktor genetik. Terapi non farmakologi untuk menurunkan kadar kolesterol yaitu melakukan perubahan pola makan dengan mengkonsumsi senyawa bioaktif seperti dalam buah tomat (Solanum lycopersicum). Tomat mengandung senyawa antioksidan, diantaranya karatinoid, vitamin E, vitamin C, likopen, pektin serta lycopersicon esculentum yang dapat menurunkan kolesterol jahat dari tubuh. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny. R dengan pemberian solanum lycopersicum terhadap penurunan hiperkolesterolemia. Jenis penelitian metode studi kasus pada satu subjek yaitu Ny. R pasien hiperkolesterolemia meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan tanggal 29 September – 10 Oktober 2025 di Gampong Gue Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar. Asuhan keperawatan yang diberikan yaitu pemberian solanum lycopersicum terhadap hiperkolesterolemia selama 3 hari dengan frekuensi sehari sekali pada pagi hari sebanyak 200 cc. Pemantauan evaluasi asuhan keperawatan dilakukan sebelum dan sesudah diberikan solanum lycopersicum pada pasien hiperkolesterolemia untuk menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Hasil penelitian asuhan keperawatan pada Ny. R sebelum diberikan solanum lycopersicum  didapatkan kadar kolesterol yaitu 240 mg/dL dan setelah diberikan solanum lycopersicum kadar kolesterol yaitu 151 mg/dL. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan pada Ny. R dengan solanum lycopersicum efektif untuk menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterolemia.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M DENGAN HIPERKOLESTEROLEMIA MENGGUNAKAN TERAPI FOOT MASSAGE: MINYAK EKSTRAK SERAI TERHADAP PENURUNAN NYERI DI DESA LAMTEUBE GEUPULA Maiyumna Maiyumna; Yullyzar Yullyzar; Sri Jumiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.59370

Abstract

Hiperkolesterolemia sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, namun dapat menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah melalui proses aterosklerosis. Akibatnya, aliran darah menjadi terhambat dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan serangan jantung. Studi kasus bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada ny. M dengan hiperkolesterolemia terhadap penurunan nyeri. Desain yang digunakan adalah pendekatan studi kasus pada Ny. M dengan melakukan asuhan keperawatan selama 7 hari dengan nyeri kronis hiperkolesterolemia. Intervensi yang dilakukan untuk masalah keperawatan nyeri kronis adalah foot massage selama 6 hari dengan durasi 15-20 menit. Instrument untuk pengukuran nyeri menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Hasil yang diperoleh didapatkan bahwa foot massage dapat menurunkan nyeri pada penderita hiperkolesterolemia dibuktikan dengan perolehan skor sebelum implementasi skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan sesudah implementasi skala nyeri menjadi 2 (nyeri ringan). Simpulan dari studi kasus ini adalah terapi foot massage dengan minyak ekstrak serai efektif menurunkan nyeri kronis pada lansia dengan hiperkolesterolemia dari kategori sedang menjadi ringan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis.