Dea Riski Pebrianti
S1 Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BIPOLAR DISORDER TREATMENT AND PATIENT NON-ADHERENCE: CLINICAL PHARMACY SOLUTIONS – A NARRATIVE REVIEW siti Salisa Rohmi; Wiwin Azariani; Dea Riski Pebrianti; Nadia Magfira Nurmalasanti; Layla Fatihatussir; Baiq Citra Azzahra Qotrunnada; Tuhfatul Ulya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58212

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan kejiwaan kronis yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara ekstrem dan memerlukan terapi jangka panjang untuk mengendalikan gejala serta mencegah kekambuhan. Namun, tingkat ketidakpatuhan pasien terhadap terapi masih cukup tinggi sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Artikel ini bertujuan untuk meninjau faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien dengan gangguan bipolar terhadap terapi serta peran farmasi klinis dalam meningkatkan kepatuhan terapi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Literatur diperoleh melalui penelusuran pada basis data ilmiah Google Scholar, PubMed, Elsevier, ProQuest, ResearchGate, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan gangguan bipolar dan kepatuhan terapi. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan sebanyak 10 artikel dianalisis secara kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terapi pada pasien gangguan bipolar dipengaruhi oleh faktor pasien, faktor sosial ekonomi, faktor tenaga kesehatan dan sistem pelayanan, faktor terapi, serta faktor klinis penyakit. Selain itu, pendekatan farmasi klinis berperan dalam meningkatkan kepatuhan melalui edukasi pasien dan keluarga, penyederhanaan regimen terapi, serta pemantauan terapi secara berkelanjutan. Disimpulkan bahwa peran farmasi klinis penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi dan mendukung keberhasilan pengobatan pada pasien gangguan bipolar.