Viyola Rahma
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS AIR DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE DI PERMUKIMAN PADAT PENDUDUK : SUATU TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Viyola Rahma; Muhammad Ghifari Karsa; Radhiah Zakaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58261

Abstract

Diare masih menjadi penyebab utama morbiditas di negara berkembang dan berkaitan erat dengan permasalahan kesehatan lingkungan, khususnya kualitas air dan sanitasi. Permukiman padat penduduk memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit berbasis air akibat keterbatasan akses air bersih, sanitasi yang tidak memadai, serta tingginya kontaminasi feses di lingkungan. Kondisi tersebut diperburuk oleh saluran pembuangan terbuka, pengelolaan limbah yang buruk, dan rendahnya perilaku higiene masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas air dan sanitasi dengan kejadian diare melalui tinjauan literatur terhadap berbagai studi empiris yang dipublikasikan pada tahun 2018–2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artikel pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait kualitas air, sanitasi, dan diare. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara naratif. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar Escherichia coli yang melebihi 0 CFU/100 mL, tingginya tingkat kekeruhan air, rendahnya kadar klorin residu, serta tidak tersedianya jamban sehat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko diare dengan nilai OR berkisar antara 1,8–4,7. Selain itu, perilaku higiene yang buruk dan kondisi lingkungan permukiman yang padat turut memperkuat jalur penularan fekal–oral. Disimpulkan bahwa peningkatan akses air bersih, penyediaan sanitasi layak, dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat merupakan intervensi penting dalam upaya menurunkan kejadian diare secara berkelanjutan.