Putri Dwi Sagita
S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DAN SELF ESTEEM DENGAN KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA MAHASISWI DEWASA AWAL Putri Dwi Sagita; Sri Astutik Andayani; Novela Eka Candra Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58588

Abstract

Body Dysmorphic Disorder (BDD) merupakan gangguan mental serius yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan terhadap penampilan fisik, meskipun kekurangan tersebut tidak nyata atau sangat minimal. Mahasiswi dewasa awal, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi, rentan terhadap BDD karena faktor sosial, psikologis, dan budaya, termasuk citra tubuh dan self-esteem  yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dan self-esteem  dengan kecenderungan BDD pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi dewasa awal di Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala Likert untuk mengukur citra tubuh, self-esteem , dan kecenderungan BDD. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswi memiliki citra tubuh sedang hingga rendah dan tingkat self-esteem  yang sedang. Ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan kecenderungan BDD (p < 0,05) dan antara self-esteem  dengan kecenderungan BDD (p < 0,05). Selain itu, citra tubuh dan self-esteem  secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kecenderungan BDD. Citra tubuh yang negatif dan self-esteem  yang rendah berhubungan dengan meningkatnya kecenderungan Body Dysmorphic Disorder. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan dan tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi berupa edukasi dan promosi kesehatan mental dalam upaya meningkatkan citra tubuh positif dan self-esteem  pada mahasiswi.