Ine Sofiati Sy Ali
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Toxic Friendship dengan Kualitas Komunikasi Interpersonal pada Pasangan Menikah Ine Sofiati Sy Ali; Zahro Varisna Rohmadani
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic friendship dengan kualitas komunikasi interpersonal pada pasangan menikah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 169 responden pasangan menikah dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua skala psikologis, yaitu Skala Toxic Friendship yang disusun berdasarkan aspek dari Amyuir, Wajdi, dan Syukri (2020) dan Skala Kualitas Komunikasi Interpersonal yang disusun berdasarkan lima aspek DeVito (2018). Data dikumpulkan secara daring melalui Google Form dan dianalisis menggunakan SPSS versi 26.0 for Windows. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa data kedua variabel tidak berdistribusi normal, sehingga uji hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Spearman's rho. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,056 dengan nilai signifikansi 0,468 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara toxic friendship dengan kualitas komunikasi interpersonal pada pasangan menikah. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya hubungan negatif antara kedua variabel tersebut ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas komunikasi interpersonal dalam pernikahan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan langsung dengan relasi pernikahan itu sendiri, dibandingkan pengalaman toxic friendship yang pernah dialami sebelumnya.