Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat, sementara praktik swamedikasi yang tidak didukung pengetahuan yang memadai berpotensi menyebabkan penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan Generasi Z di Pondok Pesantren Zamzami mengenai penyakit diare, penggunaan oralit, penanganan awal diare, serta penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi diare. Kegiatan dilaksanakan pada 25 September 2025 dengan melibatkan 54 santri tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media slide presentasi dan leaflet. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58,15 sebelum intervensi menjadi 82,37 setelah intervensi. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p < 0,001). Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 18,5% menjadi 74,1%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 29,6% menjadi 3,7%. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berpotensi meningkatkan pengetahuan santri mengenai penyakit diare, penggunaan oralit, penanganan awal diare, dan penggunaan obat yang rasional dalam swamedikasi. Kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung perilaku swamedikasi yang tepat di masyarakat.