Hafidlatul Fauzuna
UIN Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HASHTAG SEBAGAI MEDIA DAKWAH DIGITAL AKUN TIKTOK @SWARGALOKA.3578 DALAM EDUKASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN KOTA SURABAYA: Indonesia Ulfa Safira; Hafidlatul Fauzuna
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2623

Abstract

Hashtag (#) merupakan metadata yang digunakan di pelbagai media sosial sekarang ini. Dalam penggunaannya tokoh yang memperkenalkan pertama kali ialah Chris Messina di media sosial Twitter dengan kategori hashtag berita pada tahun 2007. Perkembangan media sosial saat ini penggunaan hashtag tidak hanya terbatas pada aspek berita melainkan merambah terhadap konten edukasi, vlog, traveler dll. penelitian ini membahas penggunaan hashtag sebagai new media dalam dakwah digital platform TikTok @swargaloka.3578 sebagai bentuk edukasi administrasi kependudukan di Kota Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi, data yang dianalisis menggunakan desain analisis konten karena menganalisis konten @swargaloka.3578 sebagai objek penelitian. Data yang digunakan meliputi, data primer dengan bentuk wawancara terhadap humas Dispendukcapil Surabaya serta observasi digital terhadap media sosial TikTok. Data sekunder yang didapatkan ialah tangkapan layar, buku, jurnal ilmiah, teori yang mendukung seperti teori dakwah bil hal dan teori difusi inovasi. Data tersier ialah laporan statistik atau insight penyebaran video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hashtag memiliki peran sentral dalam media sosial, peran sentral tersebut berupa meningkatkan jangkauan sekaligus engagement dakwah digital mengenai edukasi administrasi kependudukan. Pembahasan yang digunakan berupa: Relevansi Dakwah Bil Hal Terhadap Dakwah Digital, Hashtag dalam Penyampaian Konten Dakwah Tiktok @swargaloka.3578. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun hashtag menjadi indikator terpengaruh diperlukan tahapan menganalisis penyebaran konten serta penyampaian konten yang berisi nuansa edukatif serta transformatif terhadap isi yang disampaikan.
HASHTAG SEBAGAI ALAT PENYEBARAN DAKWAH DIGITAL AKUN TIKTOK @SWARGALOKA.3578 TERHADAP PROGRAM KERJA LONTONG KUPANG DALAM EDUKASI TERTIB ADMINISTRASI KEAGAMAAN Ulfa Safira; Hafidlatul Fauzuna
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2746

Abstract

Hashtags (#) are metadata used in various social media today. Chris Messina was the first user on Twitter in 2007 for the news category. As social media develops, the use of hashtags has now spread to educational content, vlogs, da'wah, and government program socialization. This study discusses the use of hashtags as a new medium in digital da'wah on the TikTok platform @swargaloka.3578 as a means of educating religious administration through the "Lontong Kupang" program in Surabaya City. This research method uses a qualitative method with a netnographic approach. Data were analyzed using a content analysis design on the uploads of the @swargaloka.3578 account as the research object. Primary data were obtained through digital observation, screenshots, and in-depth content analysis. Secondary data include books, scientific journals, interviews with TikTok managers from the Surabaya City Population and Civil Registration Office, as well as supporting theories such as the theory new media and the theory of diffusion of innovation. Meanwhile, tertiary data are in the form of statistical reports or insights into video distribution. The research findings show that hashtag use plays a central role in increasing reach and engagement with digital outreach programs on religious administration education. Through appropriate hashtags, the "Lontong Kupang" program can be more widely disseminated as a transformative form of public service implementation. Therefore, while hashtags are an influential technical indicator, successful education still requires thorough content distribution analysis and educational messaging to ensure the information transformation is well-received by the public.