Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINGKAT LAYANAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAYA ABEPURA KOTA JAYAPURA Panus Abi; Yannice L M Sitorus; Anna M Labok
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 16 No 01 (2026): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v16i01.1637

Abstract

Koridor Jalan Raya Abepura di Kota Jayapura merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat aktivitas pejalan kaki yang tinggi akibat keberadaan pusat pendidikan, permukiman, dan fasilitas umum di sana. Kemudian bermunculan beberapa pedagang informal untuk memanfaatkan tingginya arus pejalan kaki pada ruas jalan tersebut sehingga dapat menurunkan tingkat layanan fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruang jalan bagi pejalan kaki di koridor Jalan Raya Abepura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan tingkat layanan pedestrian dianalisis menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 serta persepsi pengguna pedestrian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar jalur pejalan kaki di Jalan Raya Abepura belum memenuhi standar minimum lebar trotoar, memiliki beberapa hambatan fisik, dan minim fasilitas penunjang seperti zebra cross, halte, tempat sampah, dan lampu penerangan. Hal inilah yang memengaruhi persepsi pejalan kaki di sana sehingga menyatakan bahwa tingkat pelayanan pedestrian di lokasi studi berada pada kategori biasa atau cukup. Akan tetapi bila dikaji berdasarkan aspek teknis, tingkat layanan pedestrian di sana berada pada level A, yang berarti kondisi trotoar sangat nyaman, pergerakan bebas tanpa hambatan, dan interaksi sosial mudah. Keberadaan para pedagang kaki lima, utamanya penjual makanan dan minuman serta pinang, belum dirasakan mengganggu dan menurunkan tingkat layanan jalur pedestrian di sana. Agar terbentuk ruang ramah bagi pejalan kaki maka perlu diperhatikan keberadaan fasilitas pendukung trotoar yang setidaknya telah memenuhi ketentuan standar minimal.