Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Pengelolaan Drainase sebagai Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Distrik Waisai Kabupaten Raja Ampat Olga O Rumaropen; Yannice L M Sitorus; Anna M Labok; Asima Juliana
IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the administrative center of Raja Ampat Regency, Waisai District is highly susceptible to recurrent flooding and urban inundation, which significantly disrupt the socio-economic activities of the community. Inundations reaching depths of 50–100 cm persist for several hours in specific locations on a near-annual basis during the rainy season, severely restricting public mobility. This study aims to evaluate the existing drainage system, identify the factors driving the degradation of drainage performance, and design an effective drainage management strategy to mitigate flood risks within the vulnerable areas of Waisai District. A mixed-methods approach (qualitative and quantitative) was employed, utilizing descriptive analysis and the SWOT method. Data were primarily collected through field observations and stakeholder interviews. The findings indicate that rapid urban development in Waisai has outpaced adequate and integrated drainage planning, leading to suboptimal channel capacities, particularly during high-intensity rainfall. The degradation of drainage functionality is predominantly driven by technical factors, alongside environmental and social aspects. The recommended approach lies within the WO (Weaknesses-Opportunities) quadrant, which emphasizes leveraging external opportunities—such as Waisai's status as a regency capital and a prominent marine tourism destination—to improve the capacity of government institutions in urban drainage planning and maintenance, as well as fostering community collaboration to address existing weaknesses. This research is expected to provide valuable insights for local governments in coastal urban areas in formulating policies for sustainable drainage management and disaster resilience.
PENDAMPINGAN PENEGASAN BATAS BENDUNGAN BOTAWA BERBASIS GEOSPASIAL DI KABUPATEN WAROPEN Anna M Labok; Mercyana T Zebua
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7 No 2 (2026): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v7i2.1649

Abstract

Pembangunan Bendungan Botawa di Kabupaten Waropen memerlukan dukungan data spasial yang akurat untuk menjamin kepastian batas area pelepasan yang menjadi bagian dari proses pengadaan tanah dan pengelolaan kawasan bendungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi Balai Wilayah Sungai Papua dan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pemetaan serta pemasangan patok batas guna meningkatkan kepastian spasial area pelepasan Bendungan Botawa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis teknologi geospasial yang meliputi koordinasi dan identifikasi awal, survei lapangan, pengukuran menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS), pengolahan data Sistem Informasi Geografis (SIG), verifikasi batas secara partisipatif, serta pemasangan patok batas di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh titik batas area pelepasan berhasil diidentifikasi dan dipetakan secara akurat. Kegiatan ini menghasilkan peta batas area pelepasan bendungan, basis data koordinat spasial, serta patok batas yang terpasang pada titik-titik yang telah disepakati bersama. Selain meningkatkan kepastian spasial kawasan, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman dan kesepahaman antara Balai Wilayah Sungai Papua, pemerintah daerah, dan masyarakat mengenai posisi serta fungsi batas kawasan. Pendampingan yang dilakukan membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi geospasial yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif mampu mendukung proses penegasan batas secara efektif serta mengurangi potensi konflik pemanfaatan lahan pada kawasan terdampak pembangunan bendungan.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK IPTEK BERBASIS POTENSI LOKAL PAPUA PEGUNUNGAN Anna M Labok
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7 No 1 (2026): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v7i1.1609

Abstract

Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan sebagai daerah otonomi baru menuntut adanya sistem perencanaan pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan berbasis potensi lokal. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah belum optimalnya pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi penyusunan Rencana Induk Pemajuan IPTEK berbasis potensi lokal di Provinsi Papua Pegunungan agar selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi dan analisis kebutuhan, perencanaan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD), serta penyusunan dokumen Rencana Induk IPTEK secara kolaboratif dengan pemangku kepentingan daerah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Papua Pegunungan memiliki potensi sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan sosial budaya yang besar sebagai basis pengembangan riset dan inovasi, namun masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, kelembagaan, dan sumber daya manusia IPTEK. Pendampingan ini menghasilkan dokumen Rencana Induk Pemajuan IPTEK yang berbasis data, kontekstual, dan adaptif terhadap karakteristik wilayah pegunungan, serta diharapkan dapat menjadi acuan strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
STUDI PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KAMPUNG PUAY, DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA Metusale Ranggafu; Musfira Musfira; Anna M Labok
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 16 No 01 (2026): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v16i01.1590

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Di tengah agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG-6, pemenuhan air bersih di wilayah-wilayah terpencil seperti Kampung Puay di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, masih menjadi tantangan besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting penyediaan air bersih, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat, serta merumuskan strategi pengelolaan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, kuesioner, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih menggunakan air danau tanpa proses penjernihan, dan hanya sebagian kecil memanfaatkan air hujan atau sumur dangkal. Krisis air bersih diperparah oleh pencemaran lingkungan, rendahnya literasi sanitasi, dan belum terbentuknya lembaga pengelola air. Berdasarkan temuan tersebut, disusun strategi terpadu meliputi pendekatan teknis, kelembagaan, sosial-partisipatif, dan regulasi lokal.
TINGKAT LAYANAN PEDESTRIAN PADA RUAS JALAN RAYA ABEPURA KOTA JAYAPURA Panus Abi; Yannice L M Sitorus; Anna M Labok
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 16 No 01 (2026): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v16i01.1637

Abstract

Koridor Jalan Raya Abepura di Kota Jayapura merupakan salah satu jalur utama dengan tingkat aktivitas pejalan kaki yang tinggi akibat keberadaan pusat pendidikan, permukiman, dan fasilitas umum di sana. Kemudian bermunculan beberapa pedagang informal untuk memanfaatkan tingginya arus pejalan kaki pada ruas jalan tersebut sehingga dapat menurunkan tingkat layanan fasilitas pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruang jalan bagi pejalan kaki di koridor Jalan Raya Abepura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan tingkat layanan pedestrian dianalisis menurut Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan Permen PUPR No. 03/PRT/M/2014 serta persepsi pengguna pedestrian. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar jalur pejalan kaki di Jalan Raya Abepura belum memenuhi standar minimum lebar trotoar, memiliki beberapa hambatan fisik, dan minim fasilitas penunjang seperti zebra cross, halte, tempat sampah, dan lampu penerangan. Hal inilah yang memengaruhi persepsi pejalan kaki di sana sehingga menyatakan bahwa tingkat pelayanan pedestrian di lokasi studi berada pada kategori biasa atau cukup. Akan tetapi bila dikaji berdasarkan aspek teknis, tingkat layanan pedestrian di sana berada pada level A, yang berarti kondisi trotoar sangat nyaman, pergerakan bebas tanpa hambatan, dan interaksi sosial mudah. Keberadaan para pedagang kaki lima, utamanya penjual makanan dan minuman serta pinang, belum dirasakan mengganggu dan menurunkan tingkat layanan jalur pedestrian di sana. Agar terbentuk ruang ramah bagi pejalan kaki maka perlu diperhatikan keberadaan fasilitas pendukung trotoar yang setidaknya telah memenuhi ketentuan standar minimal.