Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Terhadap Efektivitas Pengelahan Obat Di Puskesmas Muh Syahruddin; Yuhanah
GJET : Global Journal of Educational Technology Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/gjet.v2i1.112

Abstract

Pengelolaan obat di puskesmas merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran pelayanan kesehatan. Namun, proses pengelolaan obat masih sering menghadapi kendala, seperti keterlambatan pencatatan stok, ketidaksesuaian data persediaan, dan lambatnya pelaporan. Penerapan sistem informasi dipandang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan obat melalui akurasi data, kemudahan akses informasi, dan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan sistem informasi terhadap efektivitas pengelolaan obat di puskesmas. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 32 orang yang terdiri atas tenaga kefarmasian, petugas gudang obat, dan administrasi farmasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,12, sedangkan efektivitas pengelolaan obat juga berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 4,08. Hasil regresi menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan obat dengan persamaan Y=1,214+0,696X, nilai t=6,487, signifikansi 0,000, dan R2 = 0,584. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik penerapan sistem informasi, semakin tinggi efektivitas pengelolaan obat di puskesmas.
Penerapan Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Literasi Kefarmasian Masyarakat di Rumah Sehat Tojabi Bugar Kolaka Utara Muh Syahruddin; Eka Nurwahyuni
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.135

Abstract

Penggunaan obat secara mandiri merupakan praktik yang umum dilakukan di masyarakat, tetapi belum selalu disertai pemahaman yang memadai mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak rasional, kesalahan dosis, penyimpanan obat yang tidak sesuai, hingga pembuangan obat yang berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kefarmasian melalui edukasi DAGUSIBU pada peserta Rumah Sehat Tojabi Bugar, Kabupaten Kolaka Utara. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi pre-test, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan dan pengelolaan obat, diskusi interaktif, studi kasus sederhana, serta post-test. Peserta kegiatan berjumlah 42 orang yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Literasi kefarmasian diukur menggunakan 20 pertanyaan yang mencakup empat domain, yaitu Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 58,8±12,4 sebelum edukasi menjadi 84,6±9,1 setelah edukasi. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 21,4% menjadi 83,3%. Peningkatan terbesar terdapat pada domain pembuangan obat, diikuti penyimpanan dan penggunaan obat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode edukasi yang memadukan penjelasan sederhana, demonstrasi, dan diskusi kasus mampu meningkatkan pemahaman peserta secara bermakna. Edukasi DAGUSIBU berpotensi menjadi strategi promotif yang mudah diterapkan untuk memperkuat literasi kefarmasian masyarakat serta mendukung perilaku penggunaan obat yang aman dan rasional di tingkat rumah tangga.