Muhammad Seisar Ataillah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Penerapan Sistem Informasi Manajemen Terhadap Efisiensi Dan Efektivitas Pengambilan Keputusan Bisnis: Systematic Literature Review Muhammad Hasbi Khalid; Muhammad Saadillah; Muhammad Seisar Ataillah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.1969

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam lingkungan bisnis modern saat ini memegang peranan krusial sebagai pilar transformasi digital organisasi. Namun, analisis literatur menunjukkan adanya polarisasi keberhasilan implementasi akibat ketimpangan antara kesiapan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara komprehensif dampak penerapan SIM terhadap efisiensi operasional dan efektivitas pengambilan keputusan strategis bisnis melalui pendekatan studi literatur (literature review). Analisis dilakukan dengan menyintesis temuan-temuan ilmiah terkini menggunakan integrasi konseptual dari Simon’s Decision-Making Model, kualitas informasi, Technology Acceptance Model (TAM), serta Technology-Organization-Environment (TOE) Framework. Hasil kajian menunjukkan bahwa SIM yang dirancang dengan optimal mampu menyuplai informasi berkualitas tinggi (akurat, relevan, terintegrasi, dan real-time) yang secara simultan mempercepat tahapan kognitif pengambilan keputusan manajerial. Dimensi efisiensi teraktualisasi melalui reduksi waktu pemrosesan laporan data dan pemangkasan biaya operasional korporasi. Sementara itu, dimensi efektivitas tercermin pada peningkatan akurasi kebijakan berbasis data (data-driven decision making) serta minimalisasi risiko ketidakpastian pasar. Kajian ini menyimpulkan bahwa dampak positif tersebut tidak bersifat otomatis, melainkan mensyaratkan adanya adopsi perilaku pengguna yang positif (bebas dari resistensi karyawan) serta dukungan kuat dari manajemen puncak dalam memitigasi hambatan non-teknis. Penelitian ini berkontribusi memberikan arah strategi bagi praktisi bisnis dalam mengoptimalkan tata kelola sistem informasi di era digital.
KAJIAN LITERATUR: PRINSIP EKONOMI ISLAM – KESEIMBANGAN ANTARA SPIRITUALITAS DAN KESEJAHTERAAN MATERI Dimas Sucipto; Muhammad Seisar Ataillah; Riyo Andhika Ramadani
Islamic Education Vol. 1 No. 3 (2023): July : journal Islamic Education
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/education.v1i3.558

Abstract

Prinsip ekonomi Islam mengusung konsep unik yang menekankan keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan materi dalam kehidupan manusia. Artikel ini menjelaskan prinsip-prinsip utama ekonomi Islam yang menjadi panduan bagi individu dan masyarakat Muslim dalam mencapai keadilan sosial, distribusi kekayaan yang adil, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Prinsip pertama dalam ekonomi Islam adalah konsep kepemilikan yang bersumber dari ajaran agama. Islam menekankan kepemilikan yang sah dan etis, menghindari riba (bunga), spekulasi berlebihan, dan praktik-praktik yang merugikan individu atau masyarakat. Kepemilikan dianggap sebagai amanah dari Allah, dan individu diberi tanggung jawab untuk mengelola kekayaan mereka dengan bijaksana. Selanjutnya, keseimbangan spiritualitas dan kesejahteraan materi tercermin dalam zakat dan sedekah. Zakat adalah kewajiban memberikan sebagian dari harta kepada yang membutuhkan, sementara sedekah adalah tindakan sukarela memberikan bantuan kepada sesama. Dua konsep ini membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Pemerintah dalam ekonomi Islam memiliki peran penting dalam memastikan keadilan ekonomi. Mereka harus menerapkan prinsip-prinsip distribusi kekayaan yang adil, menghindari monopoli, dan melindungi hak-hak individu. Konsep "hisbah" atau pengawasan moral juga mendorong tanggung jawab sosial dalam bisnis dan perdagangan. Selain itu, prinsip ekonomi Islam mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan. Masyarakat harus menghindari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan merusak lingkungan. Keberlanjutan adalah bagian integral dari kesejahteraan materi jangka panjang. Dalam konteks global, ekonomi Islam menekankan kerjasama internasional yang adil dan saling menguntungkan, serta mengecam ketidakadilan dalam perdagangan internasional. Prinsip-prinsip ini merujuk pada nilai-nilai Islam yang mengedepankan perdamaian, keadilan, dan kebaikan bersama. Artikel ini menguraikan bahwa prinsip ekonomi Islam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan praktik ekonomi sehari-hari. Dalam mencapai keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan materi, ekonomi Islam memberikan pandangan yang unik dan berpotensi untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.