Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO DAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN ATAS PELAPORAN KEUANGAN (PIPK) PADA AKUN BELANJA PERJALANAN DINAS DI SEKRETARIAT JENDERAL XYZ Haninatha Rafi Hakim; Erna Hidayah
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan efektivitas Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) pada akun belanja perjalanan dinas di Sekretariat Jenderal XYZ. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara interpretatif dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi keterlambatan penyampaian pertanggungjawaban (SPJ), potensi ketidaksesuaian bukti, serta keterbatasan validasi yang masih bersifat manual. Meskipun demikian, PIPK dinilai telah berjalan efektif melalui penerapan pengendalian berlapis dan dukungan sistem yang meningkatkan transparansi serta kepatuhan, yang tercermin dari opini WTP secara berkelanjutan. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan ketepatan waktu SPJ, penguatan validasi bukti, serta optimalisasi integrasi sistem digital.
ANALISIS RISIKO DAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN ATAS PELAPORAN KEUANGAN (PIPK) PADA AKUN BELANJA PERJALANAN DINAS DI SEKRETARIAT JENDERAL XYZ Haninatha Rafi Hakim; Erna Hidayah
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1491

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan efektivitas Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) pada akun belanja perjalanan dinas di Sekretariat Jenderal XYZ. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara interpretatif dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi keterlambatan penyampaian pertanggungjawaban (SPJ), potensi ketidaksesuaian bukti, serta keterbatasan validasi yang masih bersifat manual. Meskipun demikian, PIPK dinilai telah berjalan efektif melalui penerapan pengendalian berlapis dan dukungan sistem yang meningkatkan transparansi serta kepatuhan, yang tercermin dari opini WTP secara berkelanjutan. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan ketepatan waktu SPJ, penguatan validasi bukti, serta optimalisasi integrasi sistem digital.