Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan efektivitas Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) pada akun belanja perjalanan dinas di Sekretariat Jenderal XYZ. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder yang relevan, kemudian dianalisis secara interpretatif dan naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama meliputi keterlambatan penyampaian pertanggungjawaban (SPJ), potensi ketidaksesuaian bukti, serta keterbatasan validasi yang masih bersifat manual. Meskipun demikian, PIPK dinilai telah berjalan efektif melalui penerapan pengendalian berlapis dan dukungan sistem yang meningkatkan transparansi serta kepatuhan, yang tercermin dari opini WTP secara berkelanjutan. Rekomendasi difokuskan pada peningkatan ketepatan waktu SPJ, penguatan validasi bukti, serta optimalisasi integrasi sistem digital.
Copyrights © 2026