Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bantul, khususnya di wilayah Puskesmas Imogiri II dengan prevalensi besar dari pada daerah lainnya. Nenek memiliki peran strategis sebagai pengasuh utama saat orang tua bekerja, sehingga motivasi nenek mengenai pola asuh dan gizi sangat krusial dalam pencegahan stunting. Edukasi melalui media video dianggap efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual dan audio yang menarik serta mudah dipahami. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap motivasi nenek tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Imogiri II Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah nenek yang memiliki cucu usia 0-59 bulan yang tinggal serumah di wilayah tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang dilakukan yaitu pemberian edukasi selama 90 menit dan menggunakan media video selama 3 menit. Analisis data dilakukan dengan uji statistik wilcoxon signed rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil Penelitian: Rata-rata (mean) skor motivasi nenek sebelum diberikan edukasi adalah 59,44 lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata setelah posttest 98,68. Terjadi kenaikan skor motivasi sebesar 39,24 setelah diberikan edukasi menggunakan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap motivasi nenek tentang stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Imogiri II Bantul.