Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase kritis yang ditandai dengan gejolak emosi dan pencarian jati diri. Ketidakmampuan mengelola emosi pada santri remaja dapat menyebabkan konflik sosial, penarikan diri, hingga pelanggaran aturan pesantren. Journaling emosi atau menulis buku harian merupakan teknik expressive writing yang memberikan ruang bagi individu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan secara terbuka guna meningkatkan pemahaman diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi journaling emosi terhadap tingkat kecerdasan emosional pada remaja putri di Pondok Pesantren Putri Darul Qur’an Al-Imam Kabupaten Bantul Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan One Group Pretest and Posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri di Pondok Pesantren Darul Qur’an Al-Imam sebanyak 80 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penulisan jurnal terstruktur selama 14 hari. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Schutte Emotional Intelligence Scale (SEIS). Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata (mean) kecerdasan emosional dari 108,74 pada saat pretest menjadi 131,10 pada saat posttest, dengan kenaikan sebesar 22,36 Berdasarkan uji paired t-test, diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian journaling emosi terhadap peningkatan kecerdasan emosional remaja putri di Pondok Pesantren Putri Darul Qur’an Al-Imam. Metode ini efektif membantu remaja dalam mengenali, merefleksikan, dan mengelola emosi mereka secara lebih stabil.