Penelitian ini memiliki sebuah tujuan demi memahami bagaimana hubungan seorang manusia terhadap alam di sekitarnya yang digambarkan di dalam puisi-puisi bertemakan ekologi yang ada pada kumpulan puisi karya Tarman Effendi Tarsyad sebagai bagian dari seorang sastrawan daerah Kalimantan Selatan. Penelitian ini berfokus pada 10 judul puisi yang beberapa diyakini memiliki emosional ekologis. Puisi dipandang sebagai media yang bisa menyampaikan gagasan ekologis dan tentunya juga memperlihatkan pengalaman batin penyairnya ketika berhadapan dengan kondisi alam sekelilingnya, seperti rasa rindu, duka ekologis, kegelisahan, hingga harapan terhadap lingkungan yang terus mengalami banyaknya perubahan tanpa mereka sadari. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologis sastra dengan kerangka ekokritik afektif (Affective Ecocriticism) dan metode penelitian yang berfokus pada kualitatif deskriptif. Data pun dikumpulan melalui teknik pembacaan dekat (Close Reading), yang kemudian dianalisis dengan menelusuri di mana letak emosi ekologis yang muncul melalui beberapa pilihan diksi, citraan, dan metafora dalam puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan yakni puisi-puisi tersebut tidak hanya menampilkan keindahan alam, namun juga menyampaikan kritik terhadap sikap manusia yang cenderung tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan berani merusaknya. Hubungan antara manusia dan alam dibangun secara emosional dan berpikir kritis, Affective Ecocriticism seperti mengajak pembaca untuk ikut merasakan (1) duka, (2) kerinduan, dan (3) rasa kehilangan terhadap alam. Maka dari itu, puisi tidak hanya berfungsi sebagai karya elegan yang menyebarkan bentuk kata yang indah, namun juga bisa menjadi sarana penyadaran ekologis yang juga mampu menumbuhkan empati dan kesadaran lingkungan pada manusia.