Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MEKANISME PERTAHANAN TOKOH UTAMA DALAM “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” KARYA HATMIATI MASY’UD: DEFENSE MECHANISMS IN THE “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” CREATION HATMIATI MASY'UD Utari, Lisna; Susilawati, Erni; Winda, Novia
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pertahanan tokoh Utama dalam Sapakui Kisdap Bacina Buta karya Hatmiati Masy’ud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mekanisme pertahanan, yaitu: (1) represi berkata tanpa sadar, (2) sublimasi menutupi kesalahan, (3) proyeksi meliputi hal-hal yang tidak diinginkan, (4) pengalihan meliputi mengamuk dan membalaskan dendam kepada orang lain, (5) rasionalisasi yaitu memotivasi dengan hal yang baik, (6) reaksi formasi meliputi kepedulian yang berlebihan dan penebusan rasa bersalah, (7) agresi langsung meliputi rasa marah dan menonjok serta apatis berupa perasaan pasrah, dan (8) fantasi yaitu membayangkan mempunyai anak, serta stereotype meliputi menangis dan berbicara sendiri. This study aims to describe the defense mechanism of the main character in Sapakui Kisdap Bacina Buta by Hatmiati Masy'ud. The method used is qualitative descriptive. The results of this study are defense mechanisms, namely: (1) repression says unconsciously, (2) sublimation covers mistakes, (3) projection includes unwanted things, (4) diversion includes tantrums and revenge on others, (5) rationalization is motivating with good things, (6) formation reactions include excessive concern and guilt redemption, (7) direct aggression includes anger and punching and apathy in the form of feelings of resignation, and (8) fantasies of imagining having children, and stereotypes including crying and talking to themselves.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHAPAD PENGGUNAAN LAMUT TATAMBA DALAM PRAKTIK SPRITUAL DI DESA SUNGAI TUAN KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR Winda, Novia; Susilawati, Erni; Sutardi, Edi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.605

Abstract

Lamut tumbuh dan berkembang di masyarakat Banjar sebagai sebuah tradisi keluarga secara turun-temurun. Lamut dikenal sebagian masyarakat sebagai pertunjukkan untuk tatamba atau pengobatan maupun hiburan. Sebagai sebuah tradisi, lamut memiliki kelengkapan upacara tersendiri berupa tatungkal (sesajen) yang digunakan selama upacara, terdiri dari empat puluh satu macam wadai (kue) yang diletakkan di ancak (tempat yang terbuat dari daun kelapa berbentuk persegi empat), piduduk (bahan-bahan mentah untuk membuat sesajen), dan kelengkapan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui persepsi masyarakat dalam balamut batatamba dan (2) Mengetahui proses acara balamut tatamba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeutika. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan kajian kepustakaan. Langkah-langkah penelitian dilakukan dengan pengumpulan dokumen, pengamatan, merekam, dan mencatat hasil wawancara. Analisis data dilakukan dengan melakukan identifikasi, klasifikasi, rekontruksi, dan menarik simpulan. Keabsahan data penelitian diuji dengan tranferbilitas. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Persepsi masyarakat dalam balamut batatamba di desa Sungai Tuan adalah wajib dilaksanakan bagi keturunan tertentu. Jika tidak melaksanakan takutnya akan sakit, yang tidak bisa disembuhkan secara medis. Cenderungnya keluarga palamutan melaksanakan lamut ketika anak kecil. Ketika tasmiyah anak dilaksanakan siang hari, maka lamut diadakan pada malam hari dan (2) Proses acara lamut tatamba (pengobatan) diperlukan beberapa properti yang digunakan sebagai kelengkapan upacara. Kelengkapan upacara ini berupa tatungkal (sesajen) yang digunakan selama upacara, terdiri dari empat puluh satu macam wadai (kue) yang diletakkan di ancak (tempat yang terbuat dari daun kelapa berbentuk persegi empat), nasi lemak, dan ayam hitam, piduduk (bahan-bahan mentah untuk membuat sesajen), dan kelengkapan lainnya.
Pengenalan Etnomatematika Dan Etnolinguistik Banjar Melalui Siaran RRI Pro 4 Banjarmasin Kalimantan Selatan Winda, Novia; Komalasari, Ida; A.Djdwad, Alimuddin; Jabar, Abdul; Indah Wulandari, Noor; Humaidi, Akhmad; Suwandi, Achmad; Amaliani, Rizky; Syawaluddin, Akhmad
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Getting to know Banjar culture while learning mathematics (ethnomathematics) and getting to know Banjar culture as well as learning language (ethnolinguistics) is a new thing for people to love Banjar culture more. This service introduced ethnomathematics and ethnolinguistics to the wider community through Radio Republik Indonesia Banjarmasin. The broadcast that specifically talks about Banjar culture is the Baisukan Pandiran Event which is held every Monday at 09.00-10.00 WITA. This activity was carried out 4 times in a row regarding: a) ethnomathematics of Sultan Suriansyah Mosque, b)Ethnomathematics in Kuntau Martial Arts in South Kalimantan, c) Ethnolinguistics of Religion and Beliefs of the Banjar People, and d) Ethnolinguistics of Traditional Arts of the Banjar People.
Nilai-Nilai Religius dalam Sastra Tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin Winda, Novia; Susilawati, Erni
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3257

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai-nilai religius dalam sastra tradisional Diang Ingsun dan Raden Pengantin. Cerita yang populer sebagai legenda anak durhaka ini dipilih karena sarat dengan pesan moral dan religius yang relevan bagi pembentukan karakter anak. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Ricoeur dan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menafsirkan simbol, peristiwa, dan dialog dalam teks untuk mengungkap nilai religius yang terkandung. Data dikumpulkan melalui teknik pustaka, simak, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori utama nilai religius dalam cerita tersebut, yaitu: (1) hubungan manusia dengan Allah yang tercermin melalui sikap berdoa dan keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan; (2) hubungan manusia dengan diri sendiri yang ditunjukkan melalui sikap sabar dan ikhlas dalam menghadapi cobaan hidup; serta (3) hubungan manusia dengan sesama manusia yang tampak melalui sikap tanggung jawab dan tolong-menolong. Temuan ini menegaskan bahwa cerita Diang Ingsun dan Raden Pengantin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang penting, khususnya dalam pengembangan nilai religius pada sastra anak di Kalimantan Selatan.
A Banjarnese Corpus Generation Method Based on Contextual Synonym Substitution Using Identic.v1.0 Data Muhammad, Ali; Winda, Novia; Abidin, Budi Jejen Zaenal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.14393

Abstract

The preservation and revitalization of the Banjar language is urgently needed. The decreasing number of Banjar language speakers and linguistic experts due to aging factors, combined with the hegemony of dominant languages brought by migrants, has become a major challenge in the preservation and revitalization of the Banjar language. This study aims to generate method for generating a Banjar language corpus by increasing the accuracy of sentence translation without leaving the original sentence context. This study uses a translation method of paraphrase contextual synonym substitution. This study used parallel corpus data Identic.v1.0. This method was tested and compared with statistical machine translation methods using Meteor universal tools, statistic evaluation and by human judgment. The statistical evaluation results indicate that the proposed method yielded a significant improvement in translation performance compared to the statistical machine translation method. Translation accuracy increased from 48% with the statistical method to 81% with the proposed method, representing a performance improvement of 33 percentage points, or approximately 68.75% relative to the statistical method. Meanwhile, the naturalness test of translated sentences using meteor universal tools with 1000 random sentences data shows that the proposed method is better than the previous method. The results or final score of naturalness sentences using proposed method are 0.6, while the final score of translating results using the statistical machine translation method is 0.36. Finally, the sentences evaluated by human judgment involving 15 language observers. The evaluated results show that the translated sentences using the proposed method is 75.8% more better than the statistical machine translation method.