Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEKANISME PERTAHANAN TOKOH UTAMA DALAM “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” KARYA HATMIATI MASY’UD: DEFENSE MECHANISMS IN THE “SAPAKUI KISDAP BACINA BUTA” CREATION HATMIATI MASY'UD Utari, Lisna; Susilawati, Erni; Winda, Novia
LOCANA Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v6i2.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pertahanan tokoh Utama dalam Sapakui Kisdap Bacina Buta karya Hatmiati Masy’ud. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah mekanisme pertahanan, yaitu: (1) represi berkata tanpa sadar, (2) sublimasi menutupi kesalahan, (3) proyeksi meliputi hal-hal yang tidak diinginkan, (4) pengalihan meliputi mengamuk dan membalaskan dendam kepada orang lain, (5) rasionalisasi yaitu memotivasi dengan hal yang baik, (6) reaksi formasi meliputi kepedulian yang berlebihan dan penebusan rasa bersalah, (7) agresi langsung meliputi rasa marah dan menonjok serta apatis berupa perasaan pasrah, dan (8) fantasi yaitu membayangkan mempunyai anak, serta stereotype meliputi menangis dan berbicara sendiri. This study aims to describe the defense mechanism of the main character in Sapakui Kisdap Bacina Buta by Hatmiati Masy'ud. The method used is qualitative descriptive. The results of this study are defense mechanisms, namely: (1) repression says unconsciously, (2) sublimation covers mistakes, (3) projection includes unwanted things, (4) diversion includes tantrums and revenge on others, (5) rationalization is motivating with good things, (6) formation reactions include excessive concern and guilt redemption, (7) direct aggression includes anger and punching and apathy in the form of feelings of resignation, and (8) fantasies of imagining having children, and stereotypes including crying and talking to themselves.
EMOSIONALITAS EKOLOGIS PADA BUKU TENTANG PUISI PENYAIR KALIMANTAN SELATAN KARYA TARMAN EFFENDI TARSYAD Anshar, Machyuddin; Sidik, Muhammad Nabil; Winda, Novia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1342

Abstract

Penelitian ini memiliki sebuah tujuan demi memahami bagaimana hubungan seorang manusia terhadap alam di sekitarnya yang digambarkan di dalam puisi-puisi bertemakan ekologi yang ada pada kumpulan puisi karya Tarman Effendi Tarsyad sebagai bagian dari seorang sastrawan daerah Kalimantan Selatan. Penelitian ini berfokus pada 10 judul puisi yang beberapa diyakini memiliki emosional ekologis. Puisi dipandang sebagai media yang bisa menyampaikan gagasan ekologis dan tentunya juga memperlihatkan pengalaman batin penyairnya ketika berhadapan dengan kondisi alam sekelilingnya, seperti rasa rindu, duka ekologis, kegelisahan, hingga harapan terhadap lingkungan yang terus mengalami banyaknya perubahan tanpa mereka sadari. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologis sastra dengan kerangka ekokritik afektif (Affective Ecocriticism) dan metode penelitian yang berfokus pada kualitatif deskriptif. Data pun dikumpulan melalui teknik pembacaan dekat (Close Reading), yang kemudian dianalisis dengan menelusuri di mana letak emosi ekologis yang muncul melalui beberapa pilihan diksi, citraan, dan metafora dalam puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan yakni puisi-puisi tersebut tidak hanya menampilkan keindahan alam, namun juga menyampaikan kritik terhadap sikap manusia yang cenderung tidak peduli terhadap lingkungan dan bahkan berani merusaknya. Hubungan antara manusia dan alam dibangun secara emosional dan berpikir kritis, Affective Ecocriticism seperti mengajak pembaca untuk ikut merasakan (1) duka, (2) kerinduan, dan (3) rasa kehilangan terhadap alam. Maka dari itu, puisi tidak hanya berfungsi sebagai karya elegan yang menyebarkan bentuk kata yang indah, namun juga bisa menjadi sarana penyadaran ekologis yang juga mampu menumbuhkan empati dan kesadaran lingkungan pada manusia.
HIERARKI KEBUTUHAN TOKOH JEC DALAM NOVEL GALUH KARYA LIS Syuhada, Nazwa Erlina; Winda, Novia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1391

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemenuhan hierarki kebutuhan tokoh Jec dalam novel Galuh karya Lis menggunakan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis hierarki kebutuhan tokoh Jec dalam novel Galuh, dan (2) menganalisis proses pemenuhan kebutuhan tokoh Jec dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data berupa novel Galuh yang diterbitkan oleh Akad, Depok, tahun 2024 (240 halaman). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi serta mengkategorikan tema-tema utama yang merepresentasikan kebutuhan tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hierarki kebutuhan tokoh Jec mengacu pada lima tingkatan: (a) kebutuhan fisiologis terpenuhi melalui makanan, tempat tinggal atau tempat singgah, dan tidur; (b) kebutuhan keamanan dicapai melalui upaya menghindari bahaya fisik, spiritual, dan finansial; (c) kebutuhan sosial terwujud melalui persahabatan dan hubungan harmonis dengan lingkungan; (d) kebutuhan penghargaan tampak melalui penghormatan diri, pengakuan, dan prestasi, misalnya kemampuan membaca peta; serta (e) kebutuhan aktualisasi diri dicapai melalui perkembangan pribadi, keberanian mandiri, dan pemahaman takdir masa lalu. Proses pemenuhan kebutuhan berlangsung secara hierarkis dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tingkat tinggi melalui pengalaman dan relasi pendukung.