Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelanggaran prinsip kerja sama (Cooperative Principle) dalam podcast YouTube berjudul “Pendidikan Kita Berorientasi pada Kemunafikan” dengan menyoroti bagaimana penggunaan bahasa mencerminkan maksud tersirat penutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena kebahasaan secara sistematis, faktual, dan akurat. Data penelitian diperoleh dari transkrip percakapan yang berdurasi 1 jam 4 menit 42 detik, yang kemudian dianalisis berdasarkan teori maksim dalam pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis pelanggaran maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara, yang masing-masing muncul dengan frekuensi yang berbeda. Pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada maksim kuantitas dengan jumlah 45 data, diikuti oleh maksim kualitas sebanyak 32 data, maksim relevansi sebanyak 10 data, dan maksim cara sebanyak 8 data. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut meliputi pengalihan perhatian dalam percakapan, penyampaian informasi yang diragukan kebenarannya, ketidakmampuan penutur dalam memberikan respons secara langsung dan tepat, serta kecenderungan menyampaikan pesan secara tidak langsung atau implisit. Lebih lanjut, pelanggaran maksim yang ditemukan dalam penelitian ini tidak hanya mencerminkan adanya potensi kegagalan dalam komunikasi, tetapi juga menunjukkan fungsi strategis dalam ranah pragmatik, seperti sebagai sarana untuk menyampaikan kritik sosial, satire, serta bentuk evaluasi kritis terhadap kondisi dan sistem pendidikan di Indonesia secara lebih halus namun bermakna.