Nyeri merupakan respon fisiologis terhadap kerusakan jaringan dan sering diatasi dengan analgesik sintetis seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius, terutama pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, penggunaan analgesik berbahan alami menjadi alternatif yang menjanjikan. Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki efek analgesik. Kombucha, minuman hasil fermentasi teh oleh mikroorganisme, juga diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti asam asetat dan polifenol yang berpotensi meredakan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan efektivitas analgesik dari kombucha, infusa daun kelor, dan kombucha daun kelor pada mencit betina dengan metode hot plate. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan 25 ekor mencit betina yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, kombucha, infusa daun kelor, dan kombucha daun kelor. Hasil menunjukkan bahwa kelompok kombucha daun kelor memiliki waktu latensi tertinggi, diikuti oleh infusa daun kelor dan kombucha, dengan efektivitas analgesik masing-masing 92,21%, 91,28%, dan 61,06%. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada waktu latensi antara kelompok perlakuan tertentu dibandingkan kontrol negatif. Kombinasi senyawa aktif dalam daun kelor dan komponen hasil fermentasi kombucha diduga memberikan efek saling melengkapi dalam meredakan nyeri. Dari hasil penelitian menunjukan kombucha daun kelor merupakan sediaan paling efektif sebagai analgesik alami dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi nyeri yang lebih aman.