Pratama, Femas Agung
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keberlanjutan usahatani kakao di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang Pratama, Femas Agung; Laily, Dona Wahyuning; Fitriana, Nisa Hafi Idhoh
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.8.3.2026.27218.273-286

Abstract

Kakao merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia, namun keberlanjutan usahataninya menghadapi berbagai tantangan dari aspek ekonomi, ekologi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kakao serta mengidentifikasi atribut sensitif yang memengaruhinya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Rap-Cocoa. Data dikumpulkan dari 90 petani kakao melalui teknik purposive sampling serta didukung data sekunder. Analisis dilakukan terhadap lima dimensi keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keberlanjutan dimensi ekonomi sebesar 76,24 (berkelanjutan), ekologi 54,29, sosial 65,29, dan kelembagaan 55,79 (cukup berkelanjutan), serta teknologi 46,42 (kurang berkelanjutan). Secara keseluruhan, nilai keberlanjutan sebesar 57,33 yang termasuk kategori cukup berkelanjutan. Atribut sensitif meliputi kestabilan harga jual, umur tanaman, dukungan masyarakat, akses perbankan, dan industri pengolahan hasil. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa usahatani kakao masih layak untuk dikembangkan, namun diperlukan peningkatan terutama pada dimensi teknologi melalui penerapan budidaya dan pascapanen yang lebih baik, peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan, serta keterlibatan generasi muda untuk mendukung keberlanjutan jangka panjang.