zahra zahra
Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN FUFUFAFA DI KOMPAS TV zahra zahra; Mulkan Habibi
Jurnal Bincang Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jbk.4.1.2026.37-48

Abstract

Pemberitaan mengenai akun Fufufafa menjadi perhatian publik karena akun tersebut diduga memuat konten yang mengandung penghinaan, ujaran kebencian, dan pelecehan terhadap tokoh politik serta figur publik. Polemik semakin berkembang ketika muncul dugaan bahwa akun tersebut terkait dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Isu ini kemudian mendapat perhatian luas dari media massa, termasuk Kompas TV, yang memiliki peran dalam mengonstruksi realitas melalui pemberitaannya. Perbedaan cara media dalam menyajikan dan menekankan suatu isu menjadi penting untuk dikaji karena dapat memengaruhi persepsi dan opini publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing pemberitaan akun Fufufafa pada Kompas TV menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang meliputi empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi berita terkait akun Fufufafa yang ditayangkan oleh Kompas TV dan dianalisis berdasarkan perangkat framing Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV membingkai isu akun Fufufafa sebagai persoalan etika komunikasi digital dan klarifikasi kepemilikan akun yang masih memerlukan verifikasi. Penyebab polemik dikaitkan dengan belum adanya kepastian identitas pemilik akun dan rendahnya literasi digital masyarakat. Penilaian moral yang ditampilkan menekankan prinsip kehati-hatian, keadilan, dan asas praduga tak bersalah. Adapun solusi yang ditawarkan adalah menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang serta meningkatkan literasi media dan digital masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompas TV cenderung membingkai isu Fufufafa secara edukatif, berimbang, dan berorientasi pada pencarian fakta.