Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN STANDARD MARINE COMMUNICATION PHRASES PADA CREW DI MV. SAO MASTER Muhammad Ayatullah Ananta Wahyu; Dion Lebang; Yohanis Kosso Tedang
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1629

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan Standard Marine Communication Phrases (SMCP) sebagai standar komunikasi internasional dalam mendukung keselamatan pelayaran dan mencegah terjadinya miskomunikasi di atas kapal. Permasalahan penelitian muncul dari insiden near miss yang terjadi pada saat proses berthing dan anchoring MV. Sao Master di Pelabuhan Lianyungang, China, akibat penggunaan bahasa non-standar dalam komunikasi antara Master dan Pilot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SMCP oleh crew MV. Sao Master selama kegiatan navigasi dan operasional kapal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi selama praktik laut, wawancara mendalam terhadap Master, Chief Officer, dan Third Officer, serta dokumentasi operasional kapal. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penerapan SMCP di lingkungan kerja kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SMCP di lingkungan internal MV. Sao Master telah berjalan dengan baik dan konsisten. Hal tersebut didukung oleh penggunaan Bahasa Inggris Maritim sebagai bahasa kerja utama, pelaksanaan toolbox meeting, monthly safety meeting, dan monthly drill yang menggunakan komunikasi berbasis SMCP. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada komunikasi eksternal, khususnya saat berinteraksi dengan pilot dan pihak pelabuhan yang tidak selalu menggunakan frasa standar IMO. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan miskomunikasi yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, penerapan SMCP secara disiplin oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kapal menjadi faktor penting dalam meningkatkan keselamatan, efektivitas komunikasi, dan kelancaran operasional pelayaran. Kata Kunci: SMCP, komunikasi maritim, keselamatan pelayaran, miskomunikasi, navigasi kapal
ANALISIS PROSEDUR EMBARKASI DAN DISEMBARKASI DALAM MENJAMIN KESELAMATAN PENUMPANG KM SINABUNG Anjabi, Muhammad; Dion Lebang; Yohanis Kosso Tedang
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54247

Abstract

The embarkation and disembarkation processes on KM Sinabung encounter multiple safety challenges including overcrowding, slippery gangways, and excessive passenger baggage. This study aims to analyze the implementation of safety procedures to minimize maritime accident risks during these processes. A descriptive qualitative approach was employed, using direct observations, in-depth interviews with deck officers and crew, and document analysis of regulatory standards and company SOPs. Data were analyzed inductively through reduction, organization, and conclusion drawing. Results indicate suboptimal procedural implementation caused by passenger indiscipline, limited supervision during peak hours, and environmental factors such as adverse weather and port infrastructure limitations. Mitigation strategies included entrance sterilization, CCTV optimization, clear passenger guidance, coordination with port authorities, and crew training for crowd management. The findings emphasize the need for strict enforcement of baggage regulations, improved crew oversight, and adherence to international and national maritime safety standards to ensure passenger safety and operational efficiency on KM Sinabung.