Kapal tanker merupakan salah satu jenis kapal yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi karena mengangkut muatan mudah terbakar, seperti aspal cair pada MT. Edricko 2. Oleh karena itu, kesiapan dan kondisi alat pemadam api ringan (fire extinguisher) menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan perawatan fire extinguisher serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya sebagai bagian dari sistem keselamatan kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan awak kapal yang bertanggung jawab terhadap perawatan alat keselamatan, serta studi dokumentasi terhadap prosedur dan logbook perawatan. Penelitian dilaksanakan selama kegiatan Praktik Laut (PRALA) periode September 2024 hingga September 2025 di atas kapal MT. Edricko 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi dan perawatan fire extinguisher di atas kapal belum sepenuhnya optimal. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya kerusakan pada komponen alat, yaitu pin segel pengaman yang tidak dalam kondisi layak pakai. Selain itu, ditemukan kendala berupa kurangnya ketelitian dalam pemeriksaan komponen kecil, pencatatan perawatan yang belum konsisten, serta pemahaman awak kapal terhadap standar kelayakan alat yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan ketentuan internasional seperti SOLAS Chapter II-2 yang mengharuskan seluruh peralatan pemadam kebakaran selalu dalam kondisi siap pakai. Kata Kunci: Fire Extinguisher, Perawatan, Kebakaran Kapal, SOLAS, MT. Edricko 2