Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH AKIBAT GAGAL BAYAR PERUSAHAAN ASURANSI Abd. Majid; Sumriyah Sumriyah
Jurnal Hukum dan Sosial Politik Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus: Jurnal Hukum dan Sosial Politik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jhsp-widyakarya.v1i3.557

Abstract

Perlindungan hukum terhadap pemegang polis asuransi merupakan hal yang penting sekali, oleh karena dihubungkan dengan praktik perjanjian baku pada perjanjian asuransi, pada hakikatnya sejak penandantanganan polis asuransi, tertanggung sebenarnya sudah kurang mendapatkan perlindungan hukum oleh karena isi atau format perjanjian tersebut lebih menguntungkan pihak perusahaan asuransi. Tidak setaranya kedudukan antara pemegang polis asuransi dengan perusahaan asuransi sebagaimana penerapan perjanjian baku, menyebabkan fungsi perlindungan hukum terhadap pemegang polis asuransi itu dipertanyakan. Penelitian ini membahas bagaimana perlindungan hukum atas kerugian nasabah asuransi terhadap kasus gagal bayar ditinjau dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan hambatan-hambatan dalam perlindungan hukum atas kerugian nasabah asuransi terhadap kasus gagal bayar ditinjau dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Beberapa akibat yang dilakukan oleh masyarakat berakibat dalam perusaahaan yang akan berpengaruh besar pada perusahaan asuransi, hilangkan kepercayaan masyarakat menimbulkan dampak yang besar. perusahaan asuransi memberikan penyuluhan hukum agar masyarakat awam yang juga menggunakan jasa asuransi dapat memahami prosedur dan isi dari kontrak yang diperjanjikan, karena ketika klaim asuransi ditolak maka yang dirugikan adalah pengguna asuransi karena telah menaruh harap yang besar pada asuransi namuntidak dapat meminta pemenuhan haknya. Persoalan ini berakibat pada munculnya rasa tidak percaya masyarakat akan lembaga asuransi serta menimbulkan rasa ketidakadilan
ANALISIS KETERLAMBATAN BONGKAR MUATAN DI MV. RASUNA BARUNA M. Adhan Febriansa Saputra; Egbert Edward Djajasasana; Abd. Majid
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1590

Abstract

The cargo discharging process is a primary operational activity that determines berthing time efficiency and vessel operating costs. On MV. Rasuna Baruna, delays in cargo discharging still occur, affecting sailing schedules and ship productivity. This study aims to identify the factors causing the delays and to formulate appropriate corrective measures. This research employed a descriptive qualitative method. Data were collected through direct onboard observation, semi-structured interviews with the Master, Chief Officer, crane operators/technicians, port officers and stevedoring company (PBM), as well as documentation. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing to obtain a factual and systematic description. The results indicate that the delays were mainly caused by technical problems of the deck crane, such as slewing bearing wear, decreased hydraulic pressure, and wire grab damage. Other contributing factors include suboptimal preventive maintenance and less effective operational coordination. The measures taken include improving routine maintenance, replacing worn components, optimizing officers' supervision, and strengthening coordination with the port and stevedoring company to enhance discharging productivity. Keywords: cargo discharging delay, deck crane, maintenance, productivity, operational coordination.
UPAYA PERAWATAN FIRE EXTINGUISHER UNTUK MENCEGAH BAHAYA KEBAKARAN DI ATAS KAPAL Kabul Mulyanto; Egbert Edward Djajasasana; Abd. Majid
E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 27 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/e-mabis.v27i1.1633

Abstract

Kapal tanker merupakan salah satu jenis kapal yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi karena mengangkut muatan mudah terbakar, seperti aspal cair pada MT. Edricko 2. Oleh karena itu, kesiapan dan kondisi alat pemadam api ringan (fire extinguisher) menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan kebakaran di atas kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan perawatan fire extinguisher serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya sebagai bagian dari sistem keselamatan kapal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan awak kapal yang bertanggung jawab terhadap perawatan alat keselamatan, serta studi dokumentasi terhadap prosedur dan logbook perawatan. Penelitian dilaksanakan selama kegiatan Praktik Laut (PRALA) periode September 2024 hingga September 2025 di atas kapal MT. Edricko 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi dan perawatan fire extinguisher di atas kapal belum sepenuhnya optimal. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya kerusakan pada komponen alat, yaitu pin segel pengaman yang tidak dalam kondisi layak pakai. Selain itu, ditemukan kendala berupa kurangnya ketelitian dalam pemeriksaan komponen kecil, pencatatan perawatan yang belum konsisten, serta pemahaman awak kapal terhadap standar kelayakan alat yang masih terbatas. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan ketentuan internasional seperti SOLAS Chapter II-2 yang mengharuskan seluruh peralatan pemadam kebakaran selalu dalam kondisi siap pakai. Kata Kunci: Fire Extinguisher, Perawatan, Kebakaran Kapal, SOLAS, MT. Edricko 2