Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi Sosial Bani Alawiyyin dalam Masyarakat Multikultur di Desa Kwalabesar Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol Hendra Marhum; Yowan Tamu; Funco Tanipu
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pola, mekanisme, dan makna interaksi sosial Bani Alawiyyin sebagai kelompok minoritas di Desa Kwalabesar, Kecamatan Paleleh, Kabupaten Buol. Masyarakat desa terdiri atas berbagai etnis, dengan etnis Buol sebagai kelompok mayoritas, sementara Bani Alawiyyin berjumlah 71 jiwa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh Bani Alawiyyin, tokoh adat, pemuda, petani, pelaku usaha, dan pemerintah desa, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori Aksi Talcott Parsons digunakan untuk menelaah hubungan antara aktor, tujuan, sarana, kondisi situasional, dan norma yang mengarahkan tindakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi terbentuk melalui tiga ranah yang saling berkaitan. Pada ranah sosial, keterbukaan komunikasi, persahabatan lintas etnis, gotong royong, dan pemisahan antara perilaku individual dengan identitas kelompok mencegah konflik berkembang menjadi ketegangan antaretnis. Pada ranah budaya, Bani Alawiyyin mempertahankan identitas inti, terutama adat pernikahan, sambil berpartisipasi dalam tradisi lokal Jamah dan menyesuaikan praktik internal. Pada ranah ekonomi, konsistensi pelayanan perdagangan dan pembelian hasil pertanian menciptakan resiprositas, kepercayaan, serta ketergantungan fungsional. Temuan menegaskan bahwa keharmonisan multikultural bukan kondisi yang terbentuk secara otomatis, melainkan hasil tindakan sukarela dan rasional yang dipandu norma toleransi, saling menghormati, dan tujuan integrasi sosial.