Smart farming merupakan inovasi pertanian modern yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, sensor, dan sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran smart farming dalam meningkatkan efisiensi budidaya pertanian di Indonesia serta mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan penerapannya. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka (library research) melalui penelusuran sumber ilmiah nasional dan internasional yang dianalisis dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa smart farming dapat diterapkan pada tahap penanaman, pemeliharaan, pemupukan, irigasi, pengendalian hama, dan pemanenan melalui pemantauan kondisi lahan secara real time dan pengambilan keputusan berbasis data. Penerapannya mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30%, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida sebesar 25%, serta meningkatkan produktivitas hasil panen rata-rata 20–25%. Teknologi ini juga mendukung pengelolaan lahan kering dan greenhouse, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan literasi digital petani, serta mendorong pertanian berkelanjutan. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, dukungan kebijakan, infrastruktur digital, pembiayaan, dan kapasitas sumber daya manusia. Hambatan utama meliputi keterbatasan modal, konektivitas yang belum merata, dan rendahnya literasi digital sebagian petani. Oleh karena itu, kolaborasi pemerintah, akademisi, sektor swasta, kelompok tani, dan koperasi diperlukan untuk memperluas penerapan smart farming secara inklusif, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.