Ata Rosyidah Karimah
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Pengangguran Terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kab. Tulungagung Jawa Timur Tahun 2014 - 2024 Ata Rosyidah Karimah; Maya Amelia Putri; Achmad Miftachul Huda
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka (TPT), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tulungagung selama periode 2014–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik. Sebanyak sebelas observasi dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS versi 20. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan koefisien -1,407 dan nilai signifikansi 0,031. TPT memiliki koefisien positif sebesar 0,070, tetapi tidak berpengaruh signifikan karena nilai signifikansinya 0,614. IPM menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien -0,692 serta nilai signifikansi 0,039. Secara simultan, ketiga variabel belum menunjukkan pengaruh yang signifikan, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai F sebesar 2,735 dan signifikansi 0,123. Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,342 menunjukkan bahwa model menjelaskan 34,2% variasi pertumbuhan ekonomi, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan tersebut menegaskan bahwa penurunan kemiskinan perlu menjadi prioritas, sedangkan peningkatan kualitas manusia harus diikuti penciptaan lapangan kerja produktif, penguatan investasi, serta pengembangan sektor unggulan agar memberikan dampak yang lebih langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.